Dulu, memilih pakaian untuk ke bandara mungkin sesederhana satu pertanyaan: mana yang paling nyaman dipakai duduk berjam-jam?
Kaos longgar, celana santai, sneakers, lalu berangkat.
Yang penting tidak ribet.
Sekarang ceritanya sedikit berbeda.
Bandara bukan lagi sekadar tempat seseorang datang, check-in, melewati pemeriksaan, lalu menunggu pesawat. Bagi sebagian orang, perjalanan bahkan sudah terasa dimulai sejak tiba di terminal.
Dan tentu saja, kamera smartphone ikut mengubah suasana.
Foto di depan papan keberangkatan, mirror selfie sebelum boarding, kopi sambil menunggu gate dibuka, sampai foto koper yang entah bagaimana sekarang juga bisa terlihat estetik.
Akhirnya muncul satu kebiasaan baru: outfit perjalanan mulai lebih dipikirkan.
Bukan berarti semua orang harus datang ke bandara seperti hendak menghadiri fashion week. Namun ada perubahan menarik dalam cara orang melihat pakaian untuk bepergian.
Nyaman tetap penting.
Hanya saja sekarang banyak orang ingin nyaman tanpa terlihat seperti baru bangun tidur 15 menit sebelum boarding.
Airport style memang semakin sering mendapat perhatian media fashion. Vogue pada 2026, misalnya, secara khusus membahas inspirasi travel outfit yang mencoba menyeimbangkan kenyamanan dengan tampilan yang tetap rapi.
Bandara Memang Tempat Transit, tapi Kita Menghabiskan Banyak Waktu di Sana
Perjalanan udara tidak hanya berarti duduk di pesawat.
Ada perjalanan menuju bandara.
Antre check-in.
Menunggu bagasi.
Pemeriksaan keamanan.
Berjalan menuju gate yang kadang rasanya berada di provinsi berbeda.
Kemudian menunggu boarding.
Belum lagi kalau penerbangan transit.
Karena itu, pakaian perjalanan harus menghadapi banyak kondisi sekaligus.
Harus nyaman untuk berjalan.
Tidak merepotkan saat duduk lama.
Mudah menyesuaikan perubahan suhu.
Dan kalau bisa, tetap terlihat cukup rapi ketika sampai tujuan.
Inilah yang membuat outfit bandara punya tantangan yang sedikit berbeda dibanding pakaian sehari-hari.
Nyaman Sekarang Tidak Harus Berarti Asal
Pakaian longgar masih menjadi pilihan masuk akal untuk perjalanan.
Namun sekarang gaya santai mulai sering dipadukan dengan item yang membuat keseluruhan tampilan terlihat lebih terencana.
Jogger bisa dipadukan dengan jaket pendek dan sneakers minimalis.
Celana longgar bisa bertemu kemeja oversized.
Kaos polos bisa ditambah outer ringan.
Who What Wear juga menyoroti kombinasi seperti wide-leg trousers, basic T-shirt, jaket, tracksuit, hingga tote bag sebagai formula travel outfit yang mencoba mempertahankan kenyamanan tanpa meninggalkan gaya.
Bedanya memang tipis.
Sama-sama nyaman.
Namun satu terlihat seperti pakaian yang sengaja dipilih.
Yang lainnya terlihat seperti, “Ya sudah, ini yang paling dekat dengan pintu lemari.”
Layering Jadi Teman Baik Saat Bepergian
Salah satu tantangan perjalanan adalah suhu yang sulit ditebak.
Di luar bandara panas.
Masuk terminal dingin.
Naik pesawat bisa lebih dingin lagi.
Sampai tujuan ternyata panas kembali.
Karena itu, pakaian berlapis menjadi solusi yang cukup masuk akal.
Kaos atau inner sederhana bisa dipadukan dengan cardigan, overshirt, hoodie ringan, atau jaket.
Saat dingin tinggal dipakai.
Saat panas tinggal dilepas.
Tidak perlu membangun lemari berjalan di tubuh sendiri.
Sneakers Masih Sulit Dikalahkan
Kalau ada satu hal yang cukup konsisten dalam outfit perjalanan, sneakers mungkin salah satunya.
Alasannya sederhana.
Bandara membutuhkan banyak berjalan.
Kadang sangat banyak.
Dari drop-off menuju check-in masih aman.
Kemudian menuju pemeriksaan keamanan.
Lalu mencari gate.
Ternyata pindah gate.
Lalu membeli kopi.
Balik lagi karena panggilan boarding.
Pada titik itu, sepatu yang terlihat bagus tetapi menyiksa kaki mulai terasa seperti keputusan yang sangat personal terhadap diri sendiri.
Karena itu, sepatu yang mudah digunakan dan nyaman untuk berjalan tetap menjadi pilihan masuk akal untuk perjalanan.
Tas Justru Jadi Bagian yang Sulit Diabaikan
Kalau outfit perjalanan harus menemukan keseimbangan antara penampilan dan kenyamanan, tas menghadapi tantangan yang lebih rumit lagi.
Karena saat bepergian, tas bukan sekadar aksesori.
Ia bekerja.
Paspor harus mudah ditemukan.
Smartphone keluar masuk berkali-kali.
Earbuds dipakai ketika menunggu.
Power bank dibutuhkan.
Charger harus ikut.
Dompet atau card holder tetap dibawa.
Ada tiket, tisu, kacamata, botol minum, mungkin tablet atau laptop.
Belum lagi barang-barang kecil yang tiba-tiba terasa sangat penting tepat ketika kita tidak tahu berada di kantong mana.
Karena itu, tas untuk perjalanan sering kali harus memenuhi dua kebutuhan sekaligus: terlihat cocok dengan outfit dan tidak membuat hidup lebih sulit.
Sling Bag Punya Keuntungan yang Sulit Dibantah
Untuk barang yang sering diambil selama perjalanan, sling bag atau crossbody punya satu keuntungan besar: akses.
Smartphone bisa cepat dikeluarkan.
Paspor tidak perlu berada di dasar backpack.
Card holder mudah dijangkau.
Earbuds juga tidak perlu dicari sambil berdiri di depan petugas boarding.
Model yang sederhana bahkan bisa menjadi bagian dari outfit tanpa terlihat terlalu seperti perlengkapan travelling.
Kaos polos, chino, sneakers, lalu sling bag hitam.
Sudah cukup.
Terlihat santai tanpa terlalu santai.
Backpack Tetap Jadi Andalan untuk yang Membawa Lebih Banyak
Kalau membawa laptop, tablet, charger, headphone, dokumen, dan perlengkapan perjalanan lain, backpack masih sulit dikalahkan.
Dua shoulder strap membantu membagi beban.
Kedua tangan tetap bebas.
Dan kapasitasnya biasanya lebih besar daripada sling bag.
Namun backpack untuk perjalanan sekarang juga tidak harus terlihat seperti tas hiking.
Model dengan siluet bersih dan warna netral bisa masuk ke outfit casual maupun smart casual.
Hitam, navy, abu-abu, olive, atau beige relatif mudah dipadukan.
Inilah salah satu alasan tas menjadi elemen menarik dalam airport fashion.
Ia punya fungsi nyata, tetapi secara visual juga cukup besar untuk memengaruhi keseluruhan penampilan.
Koper Bahkan Ikut Menjadi Bagian dari Penampilan
Menariknya, bukan hanya pakaian dan tas kabin yang mulai dipikirkan.
Koper juga ikut masuk ke visual perjalanan.
Warna, bentuk, hingga bagaimana koper dipadukan dengan tas tambahan dapat membuat keseluruhan penampilan terlihat lebih teratur.
Bukan berarti koper sekarang harus senada dengan sepatu.
Kita belum perlu sampai sejauh itu.
Namun koper yang clean, backpack yang tepat, dan outfit yang saling menyatu memang memberikan kesan berbeda.
Airport style akhirnya bukan lagi berbicara tentang satu pakaian.
Ia menjadi keseluruhan tampilan seseorang selama melakukan perjalanan.
Warna Netral Menjadi Pilihan yang Masuk Akal
Ada alasan hitam, abu-abu, navy, beige, putih, dan cokelat sering digunakan untuk outfit perjalanan.
Warna-warna tersebut mudah dikombinasikan.
Kemeja putih dengan celana beige.
Kaos hitam dengan chino cream.
Sweater abu-abu dengan jeans.
Kemudian satu tas hitam atau backpack navy.
Tidak membutuhkan terlalu banyak perhitungan.
Dan jika perjalanan berlangsung beberapa hari, pakaian dengan warna yang saling kompatibel juga lebih mudah dikombinasikan ulang.
Satu celana bisa digunakan dengan beberapa atasan.
Satu outer bisa masuk ke beberapa outfit.
Packing pun menjadi sedikit lebih sederhana.
Media Sosial Ikut Membuat Perjalanan Lebih Visual
Ada satu alasan mengapa airport fashion sekarang lebih mudah terlihat dibanding masa lalu: hampir setiap bagian perjalanan bisa menjadi konten.
Bandara punya arsitektur menarik.
Terminal modern punya banyak cahaya.
Ada jendela besar, runway, coffee shop, departure board, dan ada waktu menunggu yang cukup panjang untuk membuka kamera.
Namun mungkin perubahan yang lebih menarik bukan sekadar soal ingin difoto.
Semakin banyak inspirasi travel outfit menunjukkan bahwa pakaian untuk perjalanan tetap bisa nyaman sekaligus terlihat terencana. Media fashion pada 2026 bahkan menampilkan beragam formula dari jeans dan T-shirt sampai sweatpants, blazer, cardigan, tote, dan travel bag.
Tidak Perlu Menjadi Fashion Show
Tentu saja, tidak semua perjalanan membutuhkan outfit yang direncanakan seperti editorial majalah.
Penerbangan pukul lima pagi punya aturan sendiri.
Kadang keberhasilan terbesar hari itu adalah berhasil sampai gate tepat waktu dengan mata masih bisa terbuka.
Dan itu sudah cukup.
Airport style seharusnya tidak mengubah perjalanan menjadi kompetisi berpakaian.
Justru ide yang paling masuk akal adalah menemukan pakaian yang membuat perjalanan terasa nyaman sekaligus tetap membuat kita percaya diri.
Tidak harus mahal.
Tidak harus memakai merek tertentu.
Yang lebih penting adalah keseimbangannya.
Outfit Terbaik Adalah yang Masih Nyaman Setelah Beberapa Jam
Penampilan di depan cermin sebelum berangkat memang penting.
Tapi ada tes yang jauh lebih jujur.
Bagaimana setelah berjalan jauh menuju gate?
Bagaimana ketika duduk di pesawat?
Kalau outfit masih terasa nyaman dan semua barang mudah dijangkau, berarti pilihannya bekerja.
Karena pada akhirnya, airport fashion punya satu perbedaan besar dibanding street style biasa.
Kita benar-benar harus bepergian dengan pakaian itu.
Bandara Jadi Tempat Pertemuan antara Fashion dan Fungsi
Mungkin istilah “panggung fashion” terdengar sedikit berlebihan.
Namun bandara memang menjadi tempat yang menarik untuk melihat bagaimana orang menyeimbangkan kebutuhan dan penampilan.
Ada yang datang dengan blazer dan sneakers, Ada yang menggunakan kaos sederhana dengan backpack, Ada yang tampil sangat rapi sebelum menempuh penerbangan panjang.
Tidak ada formula tunggal.
Dan mungkin justru itu yang menarik.
Airport style bukan tentang memakai pakaian paling mencolok.
Ia lebih dekat dengan kemampuan membuat sesuatu yang nyaman, fungsional, dan tetap terasa seperti diri sendiri.
Karena perjalanan mungkin hanya berlangsung beberapa jam.
Tapi siapa bilang perjalanan harus dimulai dengan penampilan yang asal?
Kami melayani pembuatan tas custom untuk kantor, event, dan komunitas, Ingin tas custom dengan logo perusahaan? Solusi tas custom berkualitas untuk kebutuhan bisnis Anda – pesan hari ini.


