Bagaimana Logo Dipasang pada Tas? Mengenal Tahap Sablon dan Bordir

Logo pada tas sering terlihat seperti detail sederhana. Padahal, sebelum logo perusahaan, sekolah, komunitas, atau event muncul di permukaan tas, ada beberapa tahap yang perlu dipersiapkan.

Posisi logo harus ditentukan, ukuran disesuaikan dengan bidang tas, warna dipilih, lalu teknik branding juga perlu diputuskan. Dua metode yang cukup umum dalam produksi adalah sablon dan bordir tas.

Menariknya, pemasangan logo biasanya dilakukan ketika tas belum sepenuhnya berbentuk. Pada banyak model, panel bahan masih berada dalam kondisi datar sehingga proses branding lebih mudah dilakukan dan posisi logo dapat dikontrol dengan lebih baik.

Lalu, bagaimana sebenarnya proses pemasangan logo pada tas?

Kenapa Logo Biasanya Dipasang Sebelum Tas Selesai Dijahit?

Bayangkan sebuah backpack yang sudah selesai dirakit lengkap dengan zipper, lining, padding, dan beberapa kompartemen.

Memasang bordir pada panel depan dalam kondisi seperti itu tentu lebih sulit dibanding mengerjakannya ketika bahan masih berupa lembaran datar.

Karena alasan tersebut, tahap branding umumnya dilakukan setelah material dipotong sesuai pola, tetapi sebelum panel utama dirakit menjadi tas.

Urutannya secara sederhana dapat terlihat seperti ini:

desain tas → pemilihan bahan → pembuatan pola → cutting → branding → proses jahit → finishing.

Urutan bisa berbeda tergantung desain dan teknik produksi, tetapi prinsipnya sama: logo perlu dipikirkan sejak awal.

Apa Itu Sablon pada Tas?

Sablon adalah teknik membuat logo atau desain pada permukaan material menggunakan tinta atau bahan cetak tertentu.

Dalam produksi tas, sablon banyak digunakan untuk menampilkan:

  • Logo perusahaan
  • Nama event
  • Identitas sekolah
  • Logo komunitas
  • Desain merchandise
  • Elemen grafis

Hasil sablon tas umumnya lebih datar dibanding bordir karena desain berada pada permukaan bahan.

Teknik ini cocok untuk berbagai kebutuhan, tetapi hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh karakter material, desain logo, jumlah warna, dan teknik pengerjaan.

Bagaimana Tahap Sablon Tas Dilakukan?

Setelah panel tas selesai dipotong, posisi logo ditentukan berdasarkan desain yang sudah disetujui.

Panel kemudian ditempatkan secara rata agar proses pengerjaan lebih mudah.

Beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum sablon dilakukan antara lain:

Ukuran Logo

Logo harus proporsional terhadap ukuran panel.

Logo yang terlalu besar dapat membuat desain terlihat penuh, sedangkan logo terlalu kecil bisa kehilangan detail.

Posisi Logo

Jarak dari zipper, jahitan, kantong, atau tepi panel harus dihitung.

Hal ini penting karena setelah tas dirakit, beberapa bagian panel akan masuk ke area jahitan.

Warna Material

Warna dasar tas dapat memengaruhi bagaimana warna sablon terlihat.

Karena itu, desain yang terlihat jelas pada background putih belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diaplikasikan pada material hitam atau navy.

Setelah hasil sablon siap, panel baru dapat diteruskan ke tahap jahit.

Apa Itu Bordir pada Tas?

Berbeda dari sablon, bordir menggunakan benang untuk membentuk logo pada permukaan material.

Karena tersusun dari jahitan benang, hasil bordir tas mempunyai tekstur yang lebih terasa.

Bordir cukup sering digunakan untuk tas corporate, backpack sekolah, merchandise organisasi, hingga tas komunitas.

Namun desain logo perlu diperhatikan.

Logo dengan detail sangat kecil, tulisan tipis, atau bentuk yang terlalu rumit mungkin perlu disederhanakan terlebih dahulu agar tetap terbaca setelah dibordir.

Bagaimana Proses Bordir Logo pada Tas?

Sebelum mesin bordir mulai bekerja, desain logo perlu disiapkan menjadi pola yang dapat diterjemahkan menjadi jahitan.

Setelah itu, panel tas diposisikan pada area kerja mesin.

Beberapa faktor yang biasanya diperhatikan meliputi:

  • Ukuran desain
  • Jumlah warna benang
  • Ketebalan garis
  • Jenis material
  • Posisi logo
  • Kepadatan bordir

Panel perlu berada dalam posisi stabil agar hasil bordir tidak bergeser.

Setelah selesai, hasilnya diperiksa sebelum panel masuk ke proses perakitan.

Apa Perbedaan Sablon dan Bordir Tas?

Perbedaan paling mudah terlihat dari karakter hasilnya.

Sablon menghasilkan desain yang relatif rata pada permukaan bahan. Teknik ini dapat digunakan untuk desain grafis, logo, atau tulisan tertentu.

Bordir menghasilkan tekstur karena logo dibuat menggunakan susunan benang.

Namun memilih antara sablon dan bordir tas sebaiknya tidak hanya berdasarkan tampilan.

Material, ukuran logo, jumlah detail, budget, serta karakter tas juga perlu dipertimbangkan.

Tas promosi dengan desain grafis cukup besar mungkin lebih cocok menggunakan sablon.

Sebaliknya, backpack corporate dengan logo sederhana dapat menggunakan bordir untuk menghasilkan detail visual yang berbeda.

Bagaimana Memilih Teknik Branding yang Tepat?

Sebelum memilih, lihat kembali bentuk logo dan fungsi tas.

Jika desain terdiri dari bidang grafis yang cukup luas, sablon dapat dipertimbangkan.

Jika desain relatif sederhana dan ingin mempunyai tekstur benang, bordir bisa menjadi pilihan.

Namun hindari anggapan bahwa satu teknik selalu lebih baik daripada yang lain.

Yang lebih penting adalah kecocokan antara teknik, material, ukuran desain, dan fungsi produk.

Sampel biasanya membantu melihat hasil sebenarnya sebelum produksi dalam jumlah besar.

Posisi Logo Juga Mempengaruhi Tampilan Tas

Logo tidak harus selalu ditempatkan besar di bagian tengah.

Pada backpack, logo dapat ditempatkan di kantong depan, panel atas, atau sisi tertentu.

Pada tote bag, bidang depan memang cukup luas, tetapi ukuran branding tetap perlu proporsional.

Sementara pada slingbag, ruang visual lebih kecil sehingga logo yang terlalu besar dapat mengganggu desain keseluruhan.

Untuk merchandise yang diharapkan digunakan setelah event, branding yang lebih sederhana sering terasa lebih fleksibel.

Kenapa Sampel Branding Penting?

Mockup digital berguna untuk memperkirakan posisi logo, tetapi hasil fisik tetap perlu dilihat.

Pada sampel, Anda bisa memeriksa:

  • Apakah ukuran logo sudah proporsional?
  • Apakah warnanya terlihat jelas?
  • Apakah hasil sablon rapi?
  • Apakah detail bordir terbaca?
  • Apakah posisi logo terlalu dekat dengan zipper?
  • Apakah branding terlihat terlalu dominan?

Jika terdapat masalah, revisi masih dapat dilakukan sebelum seluruh panel produksi masuk tahap branding.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Kesalahan pertama adalah menentukan teknik branding setelah tas hampir selesai diproduksi.

Logo sebaiknya sudah dipikirkan sejak tahap desain.

Kesalahan kedua adalah memaksakan desain terlalu rumit pada ukuran yang sangat kecil.

Kesalahan berikutnya adalah membuat logo terlalu besar hanya agar mudah terlihat.

Selain itu, jangan memilih teknik branding hanya karena satu metode dianggap lebih premium. Setiap teknik mempunyai karakter dan kebutuhan yang berbeda.

Terakhir, jangan mengabaikan material. Permukaan kain yang berbeda dapat memberikan hasil sablon atau bordir yang berbeda pula.

Kesimpulan

Sablon dan bordir tas merupakan dua teknik branding yang cukup umum digunakan dalam proses produksi.

Pemasangan logo biasanya dilakukan ketika bahan masih berupa panel agar posisi lebih mudah diatur dan pengerjaannya lebih efisien.

Sablon menghasilkan tampilan yang relatif datar, sementara bordir memberikan tekstur dari benang.

Pemilihannya sebaiknya menyesuaikan material, bentuk logo, ukuran, posisi, karakter tas, dan budget produksi.

Dengan perencanaan sejak tahap desain serta pengecekan melalui sampel, logo dapat menyatu dengan tampilan tas tanpa mengganggu fungsi maupun proporsinya.