Career fair dan job expo kampus biasanya dipenuhi mahasiswa, fresh graduate, perusahaan, serta berbagai aktivitas di dalam booth. Peserta berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain sambil membawa brosur, notebook, merchandise, hingga produk sponsor.
Karena itu, tas untuk career fair sebaiknya tidak dipilih hanya karena mudah diberi logo.
Model tas perlu nyaman dibawa selama acara, cukup untuk menampung merchandise, dan masih layak digunakan setelah job expo selesai. Jika desainnya terlalu besar, terlalu kecil, atau penuh branding, tas berisiko hanya dipakai pada hari acara.
Lalu, bagaimana menentukan tas yang tepat untuk career fair dan job expo kampus?
Kenapa Tas untuk Career Fair Perlu Dipikirkan dari Sisi Peserta?
Peserta job expo biasanya bergerak cukup aktif.
Mereka bisa mengunjungi banyak booth, mengikuti presentasi perusahaan, mengisi formulir, mengambil company profile, hingga membawa beberapa merchandise sekaligus.
Tas yang kurang praktis justru akan merepotkan.
Bayangkan tote bag dengan handle sangat pendek sementara peserta membawa laptop dan tumbler. Atau slingbag kecil yang hanya cukup untuk smartphone, padahal acara membagikan notebook dan katalog perusahaan.
Karena itu, sebelum menentukan model, lihat terlebih dahulu bagaimana tas akan digunakan sepanjang acara.
1. Tentukan Barang yang Akan Masuk ke Dalam Tas
Langkah pertama memilih tas untuk career fair adalah mengetahui isi yang akan diberikan.
Misalnya:
- Company profile
- Notebook
- Pulpen
- Voucher
- Tumbler
- Brosur lowongan
- Kaos
- Produk sponsor
- Merchandise kecil
Jika isi hanya notebook dan beberapa brosur, tote bag mungkin sudah mencukupi.
Namun jika paket berisi tumbler, kaos, dan merchandise tambahan, dibutuhkan kapasitas yang lebih besar.
Cara paling aman adalah mengumpulkan contoh seluruh barang terlebih dahulu, kemudian menentukan ukuran tas berdasarkan volume nyata.
2. Tote Bag Cocok untuk Career Fair yang Praktis
Tote bag menjadi salah satu pilihan paling sederhana untuk job expo kampus.
Bukaannya lebar sehingga peserta mudah memasukkan brosur atau merchandise dari berbagai booth.
Namun tote bag untuk career fair sebaiknya tidak dibuat terlalu tipis jika diharapkan tetap digunakan setelah acara.
Beberapa detail yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Zipper utama
- Kantong internal
- Handle yang cukup panjang
- Dasar tas yang lebih lebar
- Material yang cukup berstruktur
Dengan desain seperti ini, tote bag dapat digunakan kembali untuk kuliah, coworking, atau aktivitas harian.
3. Backpack Cocok Jika Targetnya Mahasiswa dan Fresh Graduate
Backpack bisa menjadi pilihan ketika acara ingin memberikan merchandise dengan nilai pakai lebih panjang.
Mahasiswa dan fresh graduate biasanya membawa laptop, tablet, charger, notebook, serta tumbler.
Backpack dengan konstruksi sederhana dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut.
Tidak harus menggunakan banyak ruang.
Kompartemen utama, sleeve laptop, kantong depan, dan shoulder strap yang nyaman sudah cukup untuk banyak kebutuhan.
Backpack juga lebih nyaman jika peserta menerima merchandise dalam jumlah cukup banyak karena beban tidak hanya bertumpu pada satu tangan.
4. Slingbag Bisa Dipilih untuk Merchandise yang Lebih Ringan
Untuk career fair dengan konsep lebih casual, slingbag juga dapat dipertimbangkan.
Model ini cocok jika isi merchandise berukuran kecil, seperti:
- Power bank
- Notebook kecil
- Voucher
- Earphone
- Pulpen
- Produk sponsor compact
Keunggulan slingbag adalah mudah digunakan kembali.
Peserta dapat membawanya untuk commuting, nongkrong, kegiatan kampus, atau aktivitas akhir pekan.
Namun perhatikan kapasitasnya. Jangan memaksakan slingbag kecil jika isi merchandise sebenarnya cukup banyak.
5. Gunakan Desain yang Dekat dengan Gaya Mahasiswa
Tas career fair biasanya diberikan kepada mahasiswa tingkat akhir atau fresh graduate.
Karena itu, desain yang terlalu formal belum tentu menjadi pilihan terbaik.
Model clean dan sederhana sering lebih fleksibel.
Warna seperti hitam, navy, charcoal, olive, beige, atau abu-abu relatif mudah digunakan untuk kuliah maupun aktivitas kerja.
Desain seperti ini juga membantu tas tetap relevan ketika penerima mulai magang atau bekerja.
Tujuannya bukan sekadar membuat tas terlihat menarik saat dibagikan, tetapi membuat peserta benar-benar ingin memakainya lagi.
6. Jangan Membuat Branding Terlalu Dominan
Career fair biasanya melibatkan identitas perusahaan, event organizer, kampus, bahkan sponsor.
Jika semua logo ditempatkan besar pada satu sisi tas, tampilannya bisa terasa terlalu ramai.
Untuk tas job expo kampus, branding yang lebih sederhana justru dapat memberikan umur pakai lebih panjang.
Contohnya:
- Logo kecil di panel depan
- Woven label
- Bordir tonal
- Rubber patch minimalis
- Warna perusahaan sebagai aksen
- Logo event di satu area tertentu
Tas tetap mempunyai identitas, tetapi tidak terasa seperti media promosi yang hanya cocok digunakan saat acara.
7. Pilih Bahan Sesuai Penggunaan dan Budget
Bahan tidak harus selalu menggunakan spesifikasi tertinggi.
Untuk tote bag atau merchandise ringan, material sederhana dapat dipertimbangkan selama sesuai dengan kebutuhan isi.
Untuk backpack, material seperti polyester, D600, Bimo, atau pilihan lain dapat disesuaikan dengan struktur yang ingin dicapai.
Pertimbangkan beberapa hal:
- Berat barang
- Frekuensi penggunaan
- Tampilan tas
- Tekstur material
- Struktur
- Warna
- Budget produksi
Sebaiknya lihat sampel bahan secara langsung sebelum menentukan pilihan.
Warna dan tekstur pada foto belum tentu sama dengan kondisi fisik.
8. Perhatikan Kenyamanan Saat Peserta Berkeliling
Career fair membuat peserta banyak berjalan.
Karena itu, handle dan strap menjadi bagian yang penting.
Jika menggunakan tote bag, pastikan handle cukup nyaman saat tas sudah terisi.
Jika menggunakan backpack, shoulder strap sebaiknya memiliki lebar dan padding yang sesuai.
Sementara slingbag perlu mempunyai strap yang mudah diatur panjangnya.
Tas yang terlihat bagus tetapi tidak nyaman dibawa selama beberapa jam akan cepat terasa mengganggu.
9. Lakukan Simulasi Isi Sebelum Produksi
Sebelum produksi banyak, buat satu sampel lalu isi dengan merchandise asli.
Masukkan notebook, tumbler, brosur, kaos, dan seluruh barang yang akan diberikan.
Kemudian cek:
- Apakah semuanya masuk?
- Apakah tas terlihat terlalu penuh?
- Apakah zipper masih mudah ditutup?
- Apakah tas nyaman dibawa?
- Apakah dokumen mudah terlipat?
- Apakah bentuk tas tetap proporsional?
Simulasi sederhana ini bisa mencegah kesalahan ukuran ketika produksi sudah berjalan.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Kesalahan pertama adalah menentukan tas hanya berdasarkan harga termurah.
Tas harus tetap sesuai dengan kebutuhan peserta.
Kesalahan kedua adalah membuat ukuran terlalu besar hanya untuk berjaga-jaga.
Ukuran yang terlalu besar bisa terasa kurang praktis setelah acara selesai.
Kesalahan berikutnya adalah menempatkan terlalu banyak logo pada area depan.
Selain itu, jangan menambahkan banyak kompartemen jika sebenarnya tidak diperlukan.
Terakhir, hindari melewati tahap sampling, terutama jika tas diproduksi untuk peserta dalam jumlah banyak.
Kesimpulan
Memilih tas untuk career fair sebaiknya dimulai dari kebutuhan peserta dan isi merchandise.
Tote bag cocok untuk brosur dan barang ringan, backpack lebih relevan untuk mahasiswa yang membawa perangkat kerja, sedangkan slingbag dapat digunakan untuk paket merchandise yang lebih compact.
Setelah menentukan model, sesuaikan ukuran, bahan, strap, kompartemen, branding, serta budget.
Tas career fair yang baik tidak harus mempunyai desain paling rumit. Yang lebih penting adalah nyaman dibawa selama job expo dan tetap berguna setelah acara selesai.
Dengan pendekatan tersebut, tas tidak berhenti menjadi merchandise satu hari, tetapi dapat terus digunakan saat kuliah, magang, interview, maupun mulai bekerja.


