Sudah punya rencana memesan tas untuk perusahaan, sekolah, seminar, komunitas, atau sebuah event, tetapi informasi yang tersedia baru sebatas foto referensi dan jumlah kebutuhan? Kondisi seperti ini cukup sering terjadi.
Padahal, semakin lengkap detail pesanan tas custom yang disiapkan sejak awal, semakin mudah proses diskusi hingga produksi dilakukan. Produsen dapat memahami kebutuhan dengan lebih jelas, sementara pemesan juga lebih mudah mengecek apakah spesifikasi yang dibahas sudah sesuai.
Detail pesanan tidak harus dibuat dalam dokumen yang rumit. Yang terpenting adalah informasi utama seperti model, ukuran, jumlah, bahan, warna, kompartemen, logo, dan target selesai sudah diketahui sejak awal.
Berikut hal-hal yang sebaiknya disiapkan sebelum pesanan tas masuk ke tahap produksi.
Kenapa Detail Pesanan Tas Perlu Disiapkan Sejak Awal?
Satu model tas bisa dibuat dengan banyak spesifikasi berbeda.
Backpack yang terlihat hampir sama dari luar, misalnya, dapat memiliki perbedaan pada ukuran, bahan, lining, jumlah kompartemen, ketebalan busa, jenis zipper, hingga teknik pemasangan logo.
Karena itu, mengirim foto referensi saja belum tentu cukup.
Informasi yang lebih lengkap membantu memperjelas kebutuhan dan mengurangi perubahan spesifikasi di tengah proses.
Selain itu, detail tersebut juga berpengaruh terhadap perkiraan biaya, kebutuhan material, pengerjaan sampel, dan waktu produksi.
1. Tentukan Jenis Tas yang Dibutuhkan
Langkah pertama adalah menentukan model tas.
Beberapa pilihan yang umum antara lain:
- Backpack
- Slingbag
- Waistbag
- Tote bag
- Laptop bag
- Pouch
- Tas seminar
- Tas travel
- Tas sekolah
Jangan hanya memilih berdasarkan tampilan.
Pertimbangkan siapa yang akan menggunakan tas dan barang apa yang nantinya dibawa.
Tas untuk peserta seminar tentu mempunyai kebutuhan berbeda dari backpack karyawan yang membawa laptop setiap hari.
2. Siapkan Jumlah Pesanan yang Jelas
Quantity atau jumlah pesanan merupakan salah satu detail pesanan tas yang sebaiknya disampaikan sejak awal.
Misalnya Anda membutuhkan 100, 250, atau 500 tas.
Jumlah ini penting karena berkaitan dengan kebutuhan material dan perencanaan produksi.
Jika tas digunakan untuk sebuah acara, jangan lupa mempertimbangkan cadangan.
Contohnya, jumlah peserta tercatat 300 orang. Pesanan dapat ditambah beberapa unit untuk panitia, peserta tambahan, atau kebutuhan penggantian.
Menentukan quantity lebih awal juga memudahkan pengecekan apakah jumlah tersebut sesuai dengan ketentuan minimum produksi atau MOQ.
3. Tentukan Ukuran Berdasarkan Barang yang Akan Dibawa
Ukuran tas sebaiknya tidak hanya mengikuti foto referensi.
Buat daftar barang yang nantinya harus masuk ke dalam tas.
Misalnya tas seminar akan digunakan untuk membawa:
- Modul A4
- Notebook
- Tumbler
- Pulpen
- Pouch
- Brosur
Ukuran kemudian dapat disesuaikan dengan isi tersebut.
Jika tas digunakan untuk laptop, sertakan juga perkiraan ukuran perangkat yang perlu ditampung.
Informasi seperti ini membantu menentukan panjang, lebar, tinggi, serta kebutuhan kompartemen tas.
4. Tentukan Bahan atau Karakter Material yang Diinginkan
Jika sudah mengetahui jenis material, tuliskan secara langsung.
Misalnya ingin menggunakan polyester, nylon, canvas, Cordura, Bimo, atau jenis bahan tertentu.
Namun jika belum mengetahui nama material, Anda tetap dapat menjelaskan karakter yang dibutuhkan.
Contohnya:
“Bahan ingin cukup tebal tetapi tidak terlalu kaku.”
Atau:
“Permukaan tas ingin terlihat rapi untuk kebutuhan kantor dan mudah dibersihkan.”
Informasi seperti ini lebih membantu dibanding hanya mengatakan ingin bahan yang “bagus”.
5. Tentukan Warna Tas
Tuliskan warna utama dan warna kombinasi jika ada.
Misalnya:
- Navy dengan aksen abu-abu
- Hitam dengan zipper kuning
- Beige dengan webbing cokelat
- Abu-abu dengan lining hitam
Jika warna harus mengikuti identitas perusahaan atau acara, sertakan referensi warna yang tersedia.
Namun perlu dipahami bahwa warna material fisik bisa memiliki sedikit perbedaan dibanding warna yang terlihat pada layar.
Karena itu, pengecekan contoh material dapat dilakukan jika akurasi warna menjadi hal penting.
6. Jelaskan Kompartemen dan Fitur yang Dibutuhkan
Jangan menambahkan kompartemen hanya agar tas terlihat lebih kompleks.
Sesuaikan dengan penggunaan.
Contohnya untuk backpack kerja:
- Satu kompartemen utama
- Sleeve laptop
- Kantong depan
- Bottle pocket
- Organizer kecil
Sedangkan tote bag seminar mungkin hanya membutuhkan ruang utama dan satu kantong kecil di bagian dalam.
Fitur lain seperti padding, raincover, buckle, zipper waterproof, atau strap tambahan juga sebaiknya disebutkan jika memang dibutuhkan.
7. Siapkan File Logo dan Tentukan Posisi Branding
Untuk pesanan tas perusahaan, sekolah, komunitas, atau event, logo menjadi salah satu detail penting.
Siapkan file logo dengan kualitas yang memadai.
Kemudian tentukan perkiraan posisi, misalnya:
- Tengah panel depan
- Sudut kanan bawah
- Kantong depan
- Bagian samping
- Woven label
Selain posisi, tentukan juga teknik branding yang diinginkan.
Pilihan dapat berupa sablon, bordir, woven label, rubber patch, atau teknik lain yang sesuai dengan desain dan material.
Jika belum mengetahui teknik yang cocok, setidaknya informasikan ukuran logo dan tampilan yang diinginkan.
8. Sertakan Foto Referensi, tetapi Jelaskan Bagian yang Disukai
Foto referensi sangat membantu, tetapi jangan hanya mengirim gambar tanpa penjelasan.
Jelaskan bagian mana yang ingin digunakan sebagai acuan.
Misalnya:
“Suka bentuk bagian depannya, tetapi tidak perlu kantong samping.”
Atau:
“Ingin model seperti ini, tetapi ukuran dibuat lebih besar untuk laptop.”
Cara tersebut membuat referensi lebih mudah diterjemahkan menjadi spesifikasi yang sesuai kebutuhan.
9. Tentukan Target Waktu Tas Harus Selesai
Tanggal kebutuhan merupakan informasi penting dalam cara menyiapkan pesanan tas custom.
Jangan hanya mengatakan “secepatnya”.
Sampaikan tanggal tas benar-benar harus tersedia.
Misalnya:
“Barang harus sudah diterima sebelum tanggal 20 November karena acara tanggal 22


