
Sobat PEGE, pernahkah kamu memperhatikan air yang jatuh di atas daun talas? Alih-alih langsung menyebar dan membasahi permukaannya, air justru membentuk bulatan-bulatan kecil. Ketika daun sedikit dimiringkan, butiran tersebut akan bergerak dan jatuh tanpa banyak meninggalkan bekas.
Fenomena tersebut sering disebut sebagai efek daun talas. Dalam ilmu permukaan, fenomena serupa dikenal sebagai Lotus Effect karena daun lotus memiliki struktur mikro dan nano serta lapisan lilin alami yang membuat permukaannya sangat sulit dibasahi. Tetesan air hanya menyentuh sebagian kecil permukaan, sehingga lebih mudah membentuk bulatan dan bergulir.
Prinsip sederhana inilah yang sering digunakan untuk menjelaskan cara kerja material water repellent pada tas. Ketika air mengenai permukaannya, tetesan tidak langsung menyebar seperti pada kain yang mudah menyerap air. Air cenderung berkumpul menjadi butiran, lalu dapat tergelincir ketika tas dimiringkan atau digoyangkan. Namun, apakah water repellent berarti tas sepenuhnya aman ketika terendam atau digunakan di tengah hujan deras? belum tentu.
Istilah water repellent, water-resistant, dan waterproof sering digunakan secara bergantian dalam pemasaran. Padahal, ketiganya memiliki arti dan tingkat perlindungan yang berbeda.
Dalam artikel ini, kita akan membahas sains sederhana di balik efek daun talas, perbedaan waterproof dan water repellent, manfaatnya untuk aktivitas sehari-hari, serta cara merawat tas PEGE agar kemampuannya menghadapi percikan air tetap terjaga.
Apa Itu Material Water Repellent?
Water repellent berarti permukaan material dirancang agar tidak mudah dibasahi oleh air. Pada permukaan yang bekerja dengan baik, air tidak langsung merata dan meresap ke serat. Tetesannya cenderung membentuk bulatan atau beading yang lebih mudah bergerak ketika permukaan dimiringkan.
AATCC, organisasi yang mengembangkan metode pengujian tekstil, menjelaskan bahwa water repellency berkaitan dengan kemampuan permukaan material membuat air membentuk butiran dan mencegah pembasahan secara cepat. Kemampuan ini dapat diperoleh dari kombinasi konstruksi kain, membran, atau lapisan tertentu.
Pada beberapa tekstil teknis, digunakan perlakuan yang disebut Durable Water Repellent atau DWR. Lapisan tipis tersebut menurunkan energi permukaan kain sehingga air lebih mudah menggulung dan jatuh daripada langsung membasahi material.
Namun, tidak semua tas yang disebut water repellent otomatis menggunakan teknologi DWR. Kemampuan menahan air juga dapat berasal dari:
- Kerapatan tenunan material.
- Lapisan PU atau PVC pada bagian belakang kain.
- Karakter alami bahan sintetis.
- Laminasi tambahan.
- Konstruksi resleting.
- Lapisan bagian dalam.
- Kombinasi beberapa metode sekaligus.
Karena itu, sebelum menulis bahwa tas PEGE menggunakan “lapisan DWR”, perlu dipastikan terlebih dahulu dari spesifikasi pemasok bahan atau hasil pengujian. Istilah yang lebih aman adalah material yang membantu menahan percikan air.
Bagaimana “Efek Daun Talas” Terjadi?
Mari membayangkan dua permukaan yang berbeda.
Pada kain biasa yang mudah menyerap air, tetesan akan menyebar. Area kain yang basah menjadi semakin luas, lalu cairan masuk melalui celah di antara serat.
Sementara itu, pada permukaan water repellent, gaya tarik antara molekul air lebih kuat daripada ketertarikannya terhadap permukaan kain. Akibatnya, air mempertahankan bentuk yang lebih bulat. Semakin bulat bentuk tetesannya, semakin sedikit area kain yang bersentuhan langsung dengan air. Ketika tas dimiringkan, gaya gravitasi membantu membuat tetesan tersebut bergerak dan jatuh.
Pada daun lotus asli, kemampuan ini diperkuat oleh struktur permukaan berukuran mikro dan nano serta kandungan lilin. Struktur tersebut membuat hanya sebagian kecil tetesan yang benar-benar menyentuh daun. Meski terlihat mirip, kain tas water repellent belum tentu memiliki tingkat superhydrophobic atau kemampuan membersihkan diri seperti daun lotus asli.
Perbedaan Waterproof dan Water Repellent
Inilah bagian yang paling sering membuat pembeli bingung.
Water repellent
Material water repellent membantu mencegah air langsung membasahi permukaannya. Tetesan cenderung membentuk butiran dan lebih mudah diseka atau digoyangkan.
Cocok untuk menghadapi:
- Gerimis singkat.
- Percikan air.
- Tumpahan ringan.
- Embun.
- Cipratan ketika berkendara.
- Permukaan meja yang basah.
Namun, air tetap dapat meresap apabila paparan berlangsung lama, tekanannya besar, atau material sudah mengalami penurunan performa.
Water-resistant
Water-resistant berarti suatu material memiliki tingkat ketahanan terhadap masuknya air, tetapi perlindungannya terbatas. Istilah ini biasanya lebih luas daripada water repellent. Material mungkin mampu memperlambat masuknya air, tetapi tidak berarti sepenuhnya kedap dalam semua kondisi.
Waterproof
Secara umum, waterproof menggambarkan material atau produk yang dirancang untuk mencegah air menembus pada kondisi pengujian tertentu.
Pada tekstil, kemampuan menahan penetrasi air dapat diuji menggunakan tekanan hidrostatik. ISO 811 mengukur seberapa besar tekanan air yang dapat diterima kain sebelum air menembusnya.
Sementara itu, ISO 4920 menguji ketahanan permukaan kain terhadap pembasahan menggunakan semprotan air. ISO secara khusus menegaskan bahwa hasil uji permukaan tersebut tidak dapat digunakan untuk memprediksi kemampuan kain menghadapi penetrasi hujan. Artinya, melihat air membentuk bulatan pada permukaan belum cukup untuk membuktikan bahwa seluruh tas benar-benar waterproof.
Perlindungan akhir sebuah tas tetap dipengaruhi oleh:
- Jahitan.
- Lubang jarum.
- Sambungan antarbahan.
- Resleting.
- Bukaan kompartemen.
- Lapisan bagian dalam.
- Lama paparan air.
- Tekanan air.
- Posisi tas saat digunakan.
Mengapa Permukaan Tas Bisa Membuat Air Membentuk Butiran?
Ada dua hal utama yang memengaruhi perilaku air pada permukaan.
1. Energi permukaan yang rendah
Material atau lapisan water repellent memiliki karakter yang membuat air sulit menempel dan menyebar. Tetesan kemudian mempertahankan bentuknya seperti bola kecil.
2. Tekstur permukaan
Permukaan kain tidak benar-benar rata. Terdapat anyaman, pori, serta tekstur kecil yang dapat memengaruhi luas kontak antara air dan bahan. Pada permukaan yang tepat, udara dapat terjebak di antara tekstur kain dan tetesan air. Hal ini mengurangi bagian air yang bersentuhan langsung dengan material. Hasilnya adalah efek visual yang memukau: butiran air tampak berdiri di atas permukaan, kemudian bergerak ketika tas dimiringkan.
Keunggulan Tas Water Repellent untuk Aktivitas Harian
Tas dengan material yang membantu menahan percikan air menawarkan beberapa manfaat praktis.
1. Memberikan Waktu untuk Menyelamatkan Barang
Ketika gerimis mulai turun, air tidak selalu langsung meresap ke permukaan.
Sobat PEGE memiliki waktu untuk berteduh, memasang raincover, memindahkan tas ke tempat aman, atau menyeka air menggunakan kain kering. Namun, jangan menunggu sampai tas terus-menerus terkena hujan. Perlindungan water repellent tetap memiliki batas.
2. Lebih Mudah Dibersihkan dari Tumpahan Ringan
Tetesan air atau minuman yang belum meresap biasanya lebih mudah diseka. Segera gunakan kain bersih atau tisu penyerap. Jangan menggosok terlalu keras karena cairan justru dapat terdorong masuk ke serat dan jahitan.
3. Cocok untuk Pengendara Motor
Pengendara motor sering menghadapi cipratan air dari jalan, gerimis mendadak, dan perubahan cuaca. Tas berbahan water repellent membantu memberikan perlindungan awal. Namun, saat hujan deras, tetap gunakan raincover atau masukkan barang elektronik ke dalam dry pouch.
4. Praktis untuk Traveler
Tas traveler dapat terkena lantai basah, embun, cipratan di kendaraan, atau hujan singkat ketika berpindah lokasi. Material yang tidak mudah basah membantu membuat permukaan tas lebih mudah dikeringkan dan dibersihkan.
5. Membantu Menjaga Bentuk Tas
Kain yang cepat menyerap air dapat terasa lebih berat dan lembek ketika basah. Permukaan water repellent membantu mengurangi pembasahan awal, sehingga bentuk tas tidak langsung berubah ketika terkena cipratan ringan.
Apakah Semua Air Akan Langsung Menggelinding?
Tidak selalu, Kemampuan air membentuk butiran dipengaruhi oleh:
- Kondisi permukaan tas.
- Banyaknya debu dan minyak.
- Sudut kemiringan tas.
- Volume air.
- Kekuatan semprotan.
- Usia penggunaan tas.
- Gesekan.
- Jenis material.
- Kondisi lapisan water repellent.
Pada permukaan datar, butiran air mungkin tetap diam sampai tas dimiringkan. Sementara itu, semprotan bertekanan tinggi dapat mendorong air melewati pori, jahitan, atau sambungan.
Kotoran, minyak, gesekan, dan penggunaan berulang juga dapat mengurangi kemampuan permukaan membuat air membentuk butiran. Produsen material teknis GORE-TEX menjelaskan bahwa debu, deterjen, minyak, serta keausan dapat menurunkan performa lapisan water repellent.
Karena itu, jangan sengaja menyiram tas menggunakan selang bertekanan tinggi hanya untuk membuktikan ketahanan airnya.
Cara Menguji Efek Water Repellent Secara Sederhana
Tes rumahan tidak menggantikan pengujian laboratorium. Namun, kamu bisa membuat demonstrasi visual ringan untuk kebutuhan konten.
Langkah pertama: pastikan tas bersih
Debu dan minyak dapat mengubah bentuk tetesan air, Bersihkan permukaannya menggunakan kain lembut, lalu pastikan tas kering.
Langkah kedua: gunakan pipet atau sendok kecil
Teteskan air dalam jumlah sedikit dari posisi yang rendah.
Hindari menjatuhkan air dari tempat terlalu tinggi karena benturannya dapat membuat tetesan pecah dan menyebar.
Langkah ketiga: amati bentuk tetesan
Pada permukaan water repellent, air seharusnya terlihat lebih membulat dan tidak langsung menyebar luas.
Langkah keempat: miringkan tas perlahan
Amati apakah tetesan bergerak dan jatuh dari permukaan.
Langkah kelima: periksa bagian dalam
Letakkan tisu kering di balik area pengujian. Setelah beberapa saat, periksa apakah terdapat kelembapan.
Tetap ingat bahwa pengujian ini hanya memperlihatkan respons pada satu titik dan dalam kondisi ringan. Tes tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh tas kedap air.
Contoh Produk PEGE dengan Material Tahan Percikan
1. PG TDS 0020 Rugged Backpack

PG TDS 0020 merupakan ransel berbahan Bimo dengan desain modern dan kapasitas laptop sekitar 14–15 inci.
Produk ini memiliki kompartemen utama, slot laptop berlapis bantalan, dua kantong depan, serta kantong samping kanan dan kiri. Di PEGE Official, PG TDS 0020 dipasarkan sebagai ransel laptop waterproof untuk sekolah, kuliah, dan kerja.
Model ini cocok untuk:
- Pekerja kantoran.
- Mahasiswa.
- Commuter.
- Traveler.
- Pengguna yang membawa laptop.
Membantu menghadapi percikan, gunakan raincover atau dry pouch ketika membawa laptop saat hujan deras.
2. PEGE Thorne PG 9127

PEGE Thorne PG 9127 adalah tas 2-in-1 yang dapat digunakan sebagai sling bag maupun ransel mini. Tas ini memiliki tiga ruang penyimpanan dan bentuk vertikal yang compact. Tas ini juga crossbody 2-in-1 waterproof.
Modelnya cocok untuk:
- Traveling ringan.
- Berkendara.
- Jalan-jalan.
- Membawa smartphone dan powerbank.
- Aktivitas harian.
Karena bentuknya ringkas, PEGE Thorne mudah dipindahkan ke depan tubuh ketika hujan mulai turun.
3. PEGE Declan PG 9124

PEGE Declan merupakan waist bag berwarna hitam dengan desain ramping. Tas ini mempunyai satu ruang utama serta kompartemen tambahan di bagian depan dan belakang. Talinya dapat disesuaikan, sedangkan safety buckle membantu menjaga tas tetap terpasang saat digunakan. PEGE Declan ialah waist bag waterproof yang juga dapat dipakai sebagai tas selempang.
Model ini sesuai untuk:
- Pengendara motor.
- Sunmori.
- Jalan santai.
- Traveling.
- Membawa barang-barang esensial.
Simpan smartphone dan dokumen dalam kantong pelindung tambahan ketika menghadapi hujan yang cukup deras.
Cara Merawat Tas Water Repellent
Material water repellent tetap membutuhkan perawatan.
1. Segera seka air dan noda
Jangan membiarkan air kotor mengering di permukaan. Gunakan kain lembut untuk menyerap cairan tanpa menggosok terlalu keras.
2. Hindari deterjen keras
Sabun dengan bahan kuat dapat meninggalkan residu atau memengaruhi lapisan permukaan. Gunakan sabun ringan dan uji terlebih dahulu pada area kecil yang tidak terlihat.
3. Jangan menggunakan sikat kasar
Gesekan berlebihan dapat mengikis permukaan bahan dan merusak tekstur kain. Gunakan sikat berbulu lembut hanya pada bagian yang benar-benar membutuhkan.
4. Keringkan di tempat teduh
Setelah dibersihkan, buka seluruh kompartemen dan angin-anginkan. Hindari menyimpan tas ketika bagian dalam masih lembap karena dapat menimbulkan bau dan jamur.
5. Jangan menyetrika langsung
Panas tinggi dapat merusak lapisan, busa, lapisan dalam, aksesori plastik, serta karakter material.
6. Hindari pengujian berlebihan
Tidak perlu berulang kali menyiram tas untuk membuat konten. Paparan air terus-menerus justru dapat meningkatkan risiko air masuk melalui jahitan.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa perbedaan waterproof dan water repellent?
Water repellent berfokus pada kemampuan permukaan membuat air tidak mudah membasahi kain. Waterproof mengacu pada kemampuan mencegah penetrasi air dalam kondisi pengujian tertentu. Sebuah material water repellent belum tentu membuat seluruh tas waterproof.
Apakah air yang membentuk bulatan berarti tas sepenuhnya kedap air?
Tidak. Butiran air hanya menunjukkan bahwa permukaan sulit dibasahi. Air masih dapat masuk melalui jahitan, resleting, sambungan, atau paparan yang berlangsung lama.
Apakah efek daun talas sama dengan water repellent?
Efek daun talas dapat digunakan sebagai analogi. Namun, permukaan daun lotus asli memiliki struktur mikro-nano dan lapisan lilin yang menghasilkan tingkat superhydrophobic. Tas water repellent belum tentu memiliki struktur atau performa yang sama.
Bagaimana mengetahui ketahanan air sebuah tas?
Periksa spesifikasi produk dan hasil pengujian jika tersedia. Tes semprot permukaan berbeda dengan tes penetrasi menggunakan tekanan air, sehingga satu jenis pengujian tidak otomatis membuktikan semua bentuk perlindungan.
Bukan Sulap, tetapi Sains Permukaan
Sobat PEGE, air yang membentuk bulatan di atas tas bukanlah sulap.
Fenomena tersebut terjadi karena interaksi antara air, karakter permukaan, tekstur kain, dan lapisan yang digunakan. Air menjadi lebih sulit menyebar, sehingga membentuk tetesan yang dapat bergerak ketika tas dimiringkan.
Inilah salah satu keunggulan tas water repellent untuk aktivitas sehari-hari.
Material tersebut dapat memberikan waktu tambahan saat gerimis turun, memudahkan pembersihan tumpahan ringan, dan membantu menjaga barang dari cipratan.
Namun, water repellent tidak sama dengan kedap air dalam semua kondisi.
Hujan deras, paparan lama, tekanan air, jahitan, dan konstruksi resleting tetap perlu diperhatikan. Untuk laptop, smartphone, kamera, dan dokumen penting, gunakan raincover atau kantong pelindung tambahan.
Koleksi PEGE seperti PG TDS 0020, PEGE Thorne, dan PEGE Declan dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan berbeda, mulai dari kerja, traveling, berkendara, hingga aktivitas harian.
Pilih tas sesuai kebutuhan, rawat permukaannya dengan benar, dan jangan biarkan cuaca yang sulit diprediksi mengganggu aktivitasmu.
Saat tetesan hujan datang, biarkan material water repellent PEGE membantu membuat air tetap berada di permukaan lebih lama sebelum kamu menemukan tempat berteduh!
Kami melayani pembuatan tas custom untuk kantor, event, dan komunitas, Ingin tas custom dengan logo perusahaan? Solusi tas custom berkualitas untuk kebutuhan bisnis Anda – pesan hari ini.
Pabrik Konveksi Tas Custom biar kamu gak ketinggalan infromasi dari kami


