Sobat PEGE, pernahkah kamu mengeluarkan tas dari dalam lemari, lalu mendapati bentuknya sudah tidak seperti sebelumnya? Bagian depan tas terlihat penyok, kedua sisinya terlipat ke dalam, dan kompartemen utama tampak kempis. Padahal, tas tersebut hanya disimpan dan tidak pernah digunakan untuk membawa barang berat.
Kondisi seperti ini sering terjadi ketika tas ditumpuk bersama pakaian, terjepit di antara barang lain, digantung terlalu lama, atau disimpan dalam keadaan kosong tanpa penyangga. Tas yang awalnya mempunyai bentuk kokoh akhirnya terlihat kurang simetris ketika digunakan. Bahkan, saat dipakai untuk foto OOTD, permukaan tas tampak berkerut dan tidak mampu memperlihatkan desain aslinya secara maksimal.
Karena itu, perawatan tas tidak berhenti setelah permukaannya dibersihkan. Kamu juga perlu memahami cara menyimpan tas ransel dengan benar agar volume, struktur, dan proporsinya tetap terjaga.
Prinsip penyimpanan tekstil yang digunakan lembaga konservasi dapat menjadi panduan dasar. Smithsonian Museum Conservation Institute menyarankan penggunaan kertas bebas asam sebagai penyangga untuk mempertahankan bentuk tiga dimensi sekaligus mencegah gesekan pada permukaan tekstil.
Tenang, Sobat PEGE tidak harus memiliki lemari khusus seperti ruang penyimpanan museum. Dengan beberapa langkah sederhana, tas kesayanganmu dapat tetap terlihat fresh dan siap digunakan kapan saja.
Mengapa Bentuk Tas Bisa Berubah Saat Disimpan?
Sebagian tas menggunakan kombinasi kain, lapisan, busa, dan jahitan untuk membentuk struktur produknya. Ketika tas disimpan tanpa penyangga, berat bahan dan tarikan gravitasi dapat membuat bagian tertentu mengempis. Jika kemudian tertindih barang lain dalam waktu lama, lipatan dan tekanan dapat membuat bentuknya semakin sulit kembali seperti semula.
Beberapa kebiasaan yang berisiko membuat tas berubah bentuk antara lain:
- Menumpuk tas di bawah koper atau kardus.
- Melipat tas berstruktur secara paksa.
- Membiarkan kompartemen utama benar-benar kosong.
- Menekan terlalu banyak tas ke dalam satu rak.
- Menggantung tas dalam kondisi masih berisi barang berat.
- Menyimpan tas ketika masih lembap.
- Membiarkan tali, buckle, dan resleting menekan permukaan tas.
- Menyimpan tas di tempat panas atau terkena cahaya langsung.
Panduan konservasi tekstil National Park Service juga menekankan pentingnya memberikan penyangga pada bagian dalam benda tekstil dan mengurangi lipatan sebisa mungkin. Penyangga membantu mempertahankan struktur tanpa memberikan tekanan berlebihan.
1. Kosongkan Seluruh Isi Tas
Sebelum disimpan, keluarkan seluruh barang dari dalam tas. nPeriksa kompartemen utama, slot laptop, kantong depan, kantong samping, hingga ruang kecil yang jarang dibuka. Jangan sampai masih ada barang seperti:
- Pulpen.
- Makanan ringan.
- Tisu bekas.
- Struk belanja.
- Obat.
- Kabel.
- Baterai.
- Botol minum.
- Kosmetik.
- Dokumen pribadi.
Barang keras yang tertinggal dapat menekan bagian dalam dan membuat bentuk tas tidak rata. Sementara itu, sisa makanan dan tisu kotor berpotensi menimbulkan bau serta menarik serangga.
PEGE menyarankan tas dikosongkan terlebih dahulu, kemudian dibalik atau digoyangkan agar remah, debu, dan kotoran kecil keluar dari sudut-sudutnya. Gunakan penyedot debu berkekuatan rendah atau kuas lembut untuk membersihkan kotoran yang menumpuk di dalam jahitan dan sudut kompartemen.
2. Bersihkan Noda Sebelum Tas Masuk Lemari
Noda yang terlihat kecil dapat menjadi lebih sulit dibersihkan setelah dibiarkan terlalu lama. Seka debu menggunakan kain kering. Untuk noda ringan, gunakan kain lembap dan lakukan uji pada area tersembunyi terlebih dahulu.
Hindari langsung menyiram seluruh tas jika tidak mengetahui petunjuk perawatannya. Material seperti Bimo, D300, Cordura, Micro, dan Ballon dapat mempunyai lapisan serta konstruksi yang berbeda.
PEGE menyarankan pembersihan menggunakan kain atau spons lembap, lalu mengangkat sisa kelembapan menggunakan handuk bersih. Produsen tersebut juga mengingatkan agar tas dikeringkan sepenuhnya sebelum kembali digunakan.
Periksa petunjuk perawatan dari produsen sebelum memakai sabun, sikat, atau produk pembersih tertentu. Hindari pemutih dan bahan kimia keras karena dapat memengaruhi warna, lapisan, serta karakter material.
3. Pastikan Tas Benar-Benar Kering
Jangan menyimpan tas yang baru terkena hujan, baru dibersihkan, atau masih terasa lembap. Bagian luar mungkin sudah terlihat kering, tetapi busa shoulder strap, back panel, lapisan dalam, dan sudut kompartemen dapat menyimpan kelembapan lebih lama.
Buka seluruh kompartemen dan biarkan tas mengering di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari menjemurnya terlalu lama di bawah matahari langsung karena panas dan paparan cahaya dapat memengaruhi material serta warna tas.
PEGE menyarankan penyimpanan tekstil di tempat yang bersih, kering, sejuk, dan rutin mendapatkan sirkulasi serta pemeriksaan. Kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur. Selain itu kita juga menyarankan tas dijauhkan dari paparan cahaya kuat, panas berlebihan, dan kelembapan ketika tidak digunakan.
4. Masukkan Isian agar Bentuk Tas Tetap Terjaga
Inilah langkah terpenting dalam perawatan tas agar tidak penyok. Masukkan penyangga ringan ke dalam kompartemen utama agar dinding tas tidak mengempis. Isian harus cukup untuk mengembalikan bentuk, tetapi tidak boleh sampai membuat tas menggembung.
Material yang dapat digunakan antara lain:
Kertas tisu bebas asam
Ini merupakan pilihan terbaik untuk penyimpanan dalam jangka panjang. Kertas bebas asam relatif ringan dan dapat dibentuk untuk mengikuti sudut tas.
PEGE merekomendasikan kertas tisu bebas asam dengan pH netral untuk memberikan dukungan pada benda tekstil berbentuk tiga dimensi.
Kain katun putih yang bersih
Kaus putih bersih, sarung bantal, atau kain katun tanpa warna mencolok dapat digulung secara longgar untuk mengisi bagian utama tas. Pastikan kain benar-benar kering, tidak berbau, dan tidak menggunakan pewarna yang mudah berpindah.
Kertas putih polos
Kertas putih yang bersih dapat digunakan sebagai solusi sementara. Remas secara longgar, lalu masukkan ke dalam kantong kain tipis agar permukaannya tidak bergesekan langsung dengan lapisan tas. Untuk penyimpanan lama, pilihan bebas asam tetap lebih aman.
Bubble wrap bekas yang masih bersih
Bubble wrap dapat digunakan untuk penyangga sementara karena ringan dan mempunyai volume besar. Namun, penggunaannya perlu lebih hati-hati.
Panduan konservasi ICCROM dan Smithsonian menyebut bubble wrap sebagai solusi jangka pendek. Bagian gelembungnya tidak disarankan bersentuhan langsung dengan permukaan benda. Bungkus bubble wrap dengan kain katun atau kertas tisu terlebih dahulu. Pastikan bubble wrap bersih, kering, tidak berminyak, dan tidak memiliki sisa perekat.
5. Jangan Menggunakan Koran sebagai Isian
Koran memang mudah ditemukan, tetapi bukan pilihan ideal untuk penyimpanan tas dalam waktu lama.
Tinta pada koran dapat berpindah ke lapisan dalam, khususnya ketika kondisi lemari lembap. Kertas koran juga bersifat asam dan dapat menimbulkan noda atau perubahan warna pada material yang bersentuhan dengannya.
Panduan National Park Service menyebut newsprint atau kertas koran yang asam dapat menyebabkan noda dan perubahan warna sehingga tidak dianjurkan sebagai pembungkus penyimpanan jangka panjang. Gunakan kertas putih bersih atau kertas bebas asam sebagai alternatif yang lebih baik.
6. Isi Tas Secukupnya, Jangan Terlalu Padat
Tujuan memasukkan kertas atau kain bukan untuk membuat tas terlihat penuh seperti akan dibawa traveling. Isian hanya berfungsi menopang sisi, sudut, dan panel depan agar tetap berada pada posisi alaminya. Ikuti langkah berikut:
- Masukkan gumpalan besar pada dasar kompartemen.
- Tambahkan isian secara bertahap ke bagian tengah.
- Berikan penyangga kecil pada kedua sudut.
- Rapikan bagian depan dengan tangan.
- Tutup resleting tanpa dipaksa.
- Periksa apakah kanan dan kiri sudah seimbang.
Jika resleting terasa sulit ditutup atau jahitan terlihat tertarik, keluarkan sebagian isian. National Park Service mengingatkan bahwa material penyangga tidak boleh dimasukkan terlalu banyak karena tekanannya justru dapat merusak benda yang ingin dilindungi. Isian yang tepat membuat tas terlihat berisi secara natural, bukan menggembung.
7. Berikan Penyangga pada Setiap Kompartemen
Jangan hanya mengisi ruang utama jika bagian depan tas mempunyai kompartemen tambahan yang cukup besar.
Kantong depan yang dibiarkan kosong dapat mengempis meskipun kompartemen utama sudah tegak. Masukkan sedikit tisu bebas asam atau kain ringan pada setiap ruang agar keseluruhan siluet tetap seimbang.
Namun, kantong tipis tidak perlu diisi sampai penuh. Cukup berikan volume ringan agar panelnya tidak melipat ke dalam. Slot laptop juga tidak perlu diisi dengan benda keras. Gunakan lembaran foam bersih atau karton bebas asam yang sudah dibungkus kain jika kamu perlu menjaga posisinya tetap rata.
8. Rapikan Shoulder Strap dan Tali Webbing
Setelah badan tas selesai diisi, jangan langsung memasukkannya ke lemari. Rapikan seluruh bagian tali agar tidak menekan atau meninggalkan bekas pada permukaan depan.
Untuk shoulder strap:
- Susun mengikuti bentuk alami tas.
- Jangan melipat bantalan secara tajam.
- Hindari buckle menekan panel depan.
- Longgarkan sedikit strap jika sebelumnya sangat pendek.
- Gulung sisa webbing secara longgar.
Kepala buckle dan pengait yang keras sebaiknya dibungkus menggunakan kain tipis apabila berpotensi menggores tas lain di sebelahnya. Jangan mengikat tali terlalu kuat karena dapat meninggalkan lipatan permanen pada webbing.
9. Tutup Resleting Tanpa Memaksanya
Resleting sebaiknya ditutup agar bentuk kompartemen tetap tersusun dan debu tidak mudah masuk. Namun, jangan menarik resleting apabila isian membuat bagian bukaan terlalu tegang. Kurangi volume terlebih dahulu sampai resleting dapat bergerak dengan lancar.
Pastikan lapisan dalam tidak tersangkut pada jalur zipper. Posisikan puller secara rapi agar tidak menekan atau menggores bagian tas lain. Apabila resleting terasa macet, jangan menariknya dengan paksa. Periksa apakah terdapat benang, kain, atau kotoran yang menghalangi jalurnya.
10. Simpan Tegak atau Mendatar Sesuai Struktur Tas
Ransel dengan struktur cukup kokoh umumnya dapat disimpan dalam posisi tegak di atas rak yang rata. Berikan ruang pada sisi kanan dan kiri agar tas tidak terjepit.
Apabila badan tas sangat lembut atau mudah terlipat, penyimpanan mendatar dapat menjadi pilihan selama tidak ada benda berat yang diletakkan di atasnya.
Longchamp, misalnya, menyarankan model kanvas lipat tertentu disimpan mendatar dan tidak dilipat ketika tidak digunakan dalam waktu lama. Artinya, metode penyimpanan perlu disesuaikan dengan karakter konstruksi setiap tas. Untuk ransel PEGE yang berstruktur:
- Tegakkan di rak yang cukup tinggi.
- Pastikan dasar tas menempel rata.
- Jangan memiringkannya pada satu sisi.
- Jangan menekan tas ke ruang yang terlalu sempit.
- Gunakan pembatas rak apabila diperlukan.
11. Jangan Menumpuk Barang Berat di Atas Tas
Koper, kardus, tumpukan buku, dan tas lain dapat memberikan tekanan pada panel serta busa ransel. Meskipun tas sudah diisi kertas, tekanan dari atas tetap dapat membuat sisi tas melebar atau bagian depan mengempis.
Sediakan satu ruang khusus untuk tas. Jika lemari terbatas, susun ransel berukuran besar di bagian bawah tetapi jangan meletakkan barang berat langsung di atasnya. Kamu juga dapat menggunakan rak tambahan agar setiap tas mempunyai ruangnya sendiri.
12. Hindari Menggantung Ransel Terlalu Lama
Menggantung tas memang menghemat ruang, tetapi tidak selalu menjadi metode terbaik untuk penyimpanan jangka panjang. Jika ransel digantung melalui handle atas, seluruh berat tas akan bertumpu pada satu sambungan. Risiko tekanannya semakin besar apabila masih terdapat barang di dalam tas.
Untuk penggunaan singkat, menggantung tas kosong tidak selalu menjadi masalah. Namun, untuk penyimpanan lama, lebih baik letakkan tas di rak dengan dasar yang menopang keseluruhan beratnya.
Jika terpaksa digantung:
- Pastikan tas benar-benar kosong dari barang berat.
- Gunakan gantungan lebar dan halus.
- Jangan menggunakan kait tajam.
- Periksa jahitan handle secara berkala.
- Jangan menumpuk tas lain pada gantungan yang sama.
13. Gunakan Dust Bag yang Tetap Memungkinkan Sirkulasi
Dust bag membantu melindungi tas dari debu dan gesekan ringan. Kamu dapat menggunakan:
- Dust bag bawaan.
- Sarung bantal katun putih.
- Kantong kain bersih.
- Kain katun tipis sebagai penutup.
Hindari menutup tas rapat menggunakan kantong plastik untuk penyimpanan panjang, terutama jika masih terdapat sedikit kelembapan.
PEGE tidak menyarankan penyimpanan tekstil dalam kantong atau wadah plastik tertutup karena kondensasi kelembapan dapat menimbulkan kerusakan. Pastikan dust bag tidak terlalu sempit sehingga menekan sudut dan bentuk ransel.
14. Pilih Lokasi Lemari yang Kering dan Teduh
Lokasi lemari sama pentingnya dengan cara mengisi tas. Hindari menyimpan tas di:
- Loteng yang panas.
- Gudang lembap.
- Ruang bawah tangga yang bocor.
- Dekat kamar mandi.
- Dekat jendela dengan cahaya langsung.
- Menempel pada dinding yang sering berembun.
- Dekat cairan pembersih atau bahan berbau tajam.
PEGE menyarankan benda tekstil disimpan di area sejuk dan kering yang tidak mengalami perubahan suhu serta kelembapan ekstrem. Tempat penyimpanan juga sebaiknya bebas debu dan hama. Untuk kondisi rumah di Indonesia, pilih lemari dengan sirkulasi baik dan buka pintunya secara berkala agar udara tidak terlalu pengap.
15. Periksa Tas Secara Berkala
Tas yang tidak digunakan selama berbulan-bulan tetap perlu diperiksa. Setiap beberapa minggu atau bulan:
- Keluarkan tas dari lemari.
- Periksa apakah muncul bau lembap.
- Periksa sudut dan lapisan dalam.
- Pastikan tidak terdapat serangga.
- Ganti kertas atau kain jika terasa lembap.
- Atur kembali bentuk tas.
- Bersihkan debu pada permukaan.
- Angin-anginkan di tempat teduh.
Pemeriksaan tahunan atau dua kali setahun sebagai bagian penting dalam menjaga tekstil yang disimpan. Untuk tas sehari-hari di lingkungan lembap, pemeriksaan lebih sering dapat dilakukan sesuai kondisi lemari.
Bagaimana Memperbaiki Tas yang Sudah Terlanjur Penyok?
Jika tas sudah berubah bentuk, jangan langsung menekuk atau menariknya dengan kuat. Lakukan pemulihan secara bertahap:
- Kosongkan dan bersihkan tas.
- Pastikan material dalam keadaan kering.
- Masukkan isian ringan sedikit demi sedikit.
- Bentuk sudut menggunakan tangan secara perlahan.
- Letakkan tas tegak di tempat teduh.
- Jangan menaruh beban di atasnya.
- Periksa bentuknya secara berkala.
Hindari menggunakan setrika, hair dryer, atau sumber panas untuk memaksa bahan kembali ke bentuk awal. Panas berlebih dapat memengaruhi lapisan, busa, perekat, dan permukaan material. Produsen tas juga umumnya menyarankan produk dijauhkan dari panas kuat dan paparan cahaya berkepanjangan.
Jika bagian struktur, busa, atau jahitannya sudah rusak, bawalah tas ke jasa reparasi yang memahami material tas.
Mengapa Ransel PEGE Tetap Perlu Dirawat?
Tas dengan bahan kuat tetap membutuhkan cara penyimpanan yang benar. Konstruksi, busa, dan material membantu sebuah ransel mempertahankan bentuknya saat digunakan. Namun, tekanan terus-menerus di dalam lemari tetap dapat membuat bagian tertentu berubah posisi.
PEGE mempunyai kategori produk ransel, sling bag, waistbag, dan berbagai pilihan tas lainnya. PEGE juga menjalankan proses produksi tas di Surabaya sejak 2007, mulai dari pemotongan material hingga kontrol kualitas akhir.
Agar desain dan konstruksi tersebut dapat dinikmati lebih lama, pengguna perlu merawat tas setelah pemakaian. Simpan ransel PEGE dalam keadaan bersih, kering, dan diberi penyangga ringan. Jangan menumpuk barang berat di atasnya serta berikan ruang yang cukup agar bagian kanan dan kiri tidak tertekan.
Dengan perawatan sederhana, tas akan selalu terlihat lebih rapi ketika dikeluarkan untuk bekerja, kuliah, traveling, maupun melengkapi foto OOTD.
Checklist Menyimpan Tas Ransel
Sebelum menutup lemari, pastikan:
- Seluruh barang sudah dikeluarkan.
- Tidak ada sisa makanan atau sampah.
- Permukaan dan bagian dalam sudah bersih.
- Tas benar-benar kering.
- Kompartemen utama diberi isian ringan.
- Isian tidak membuat tas menggembung.
- Kantong depan tetap memiliki bentuk.
- Shoulder strap sudah dirapikan.
- Buckle tidak menekan permukaan tas.
- Resleting tertutup tanpa dipaksa.
- Tas tidak tertindih barang lain.
- Lemari bersih, teduh, dan tidak lembap.
- Dust bag tidak terlalu sempit.
- Tas dijadwalkan untuk diperiksa kembali.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa isian terbaik untuk menjaga bentuk tas?
Untuk penyimpanan jangka panjang, gunakan kertas tisu bebas asam. Kain katun putih yang bersih juga dapat menjadi pilihan praktis untuk penggunaan di rumah.
Apakah bubble wrap boleh dimasukkan ke dalam tas?
Boleh untuk penyangga sementara jika kondisinya bersih dan kering. Bungkus bubble wrap terlebih dahulu dan jangan membiarkan sisi gelembung bersentuhan langsung dengan material tas. Bubble wrap bukan pilihan utama untuk penyimpanan jangka panjang.
Apakah tas boleh diisi koran?
Tidak disarankan untuk penyimpanan lama. Tinta dan sifat asam kertas koran dapat menimbulkan noda atau perubahan warna.
Lebih baik tas digantung atau diletakkan di rak?
Untuk penyimpanan panjang, meletakkan ransel di rak yang rata umumnya lebih baik karena beratnya ditopang oleh bagian dasar, bukan hanya sambungan handle.
Apakah tas harus dimasukkan ke plastik?
Tidak perlu. Gunakan dust bag atau kantong kain yang tetap memberikan sirkulasi. Plastik tertutup berisiko menahan kelembapan jika tas belum benar-benar kering.
Bagaimana cara menyimpan tas agar tidak berjamur?
Pastikan tas bersih dan kering, simpan di tempat yang tidak lembap, gunakan penutup kain, serta periksa dan angin-anginkan secara berkala.
Bentuk Terawat, Penampilan pun Tetap Maksimal
Sobat PEGE, tas yang awet tidak hanya ditentukan oleh bahan dan kualitas jahitannya. Cara kamu menyimpannya juga mempunyai peran penting. Jangan membiarkan ransel kosong, terlipat, dan tertindih di sudut lemari. Bersihkan tas setelah digunakan, keringkan dengan baik, lalu berikan isian ringan agar bentuknya tetap terjaga.
Gunakan kertas bebas asam atau kain katun bersih untuk penyimpanan panjang. Bubble wrap bekas masih bisa dimanfaatkan sebagai solusi sementara, tetapi harus dibungkus dan tidak boleh menekan bagian dalam tas secara berlebihan. Rapikan tali, tutup resleting tanpa dipaksa, dan letakkan tas pada rak yang bersih serta teduh.
Dengan menerapkan cara menyimpan tas ransel yang tepat, bentuk geometris, volume, dan siluet asli tas akan tetap terlihat rapi. Kapan pun dikeluarkan dari lemari, tas kesayanganmu akan selalu fresh, proporsional, dan siap melengkapi OOTD.
Rawat dengan benar, simpan dengan cermat, dan biarkan tas PEGE menemani aktivitasmu lebih lama!
Kami melayani pembuatan tas custom untuk kantor, event, dan komunitas, Ingin tas custom dengan logo perusahaan? Solusi tas custom berkualitas untuk kebutuhan bisnis Anda – pesan hari ini.
Pabrik Konveksi Tas Custom biar kamu gak ketinggalan infromasi dari kami


