Quality Control Tas: Apa Saja yang Dicek Sebelum Packing?

Tas yang sudah selesai dijahit belum tentu langsung siap dikemas. Sebelum masuk ke tahap packing, biasanya masih ada satu proses penting yang perlu dilakukan, yaitu quality control tas atau QC.

Tahap ini bertujuan memeriksa apakah produk sudah sesuai dengan desain, ukuran, fungsi, dan standar pengerjaan yang ditentukan sebelumnya.

Bayangkan sebuah backpack terlihat rapi dari jauh, tetapi salah satu zipper terasa seret. Atau slingbag sudah sesuai desain, tetapi panjang strap antara satu produk dan produk lainnya berbeda cukup jauh. Masalah seperti ini bisa saja baru terlihat setelah tas selesai dirakit.

Karena itu, quality control bukan sekadar melihat apakah tas “bagus” atau “tidak”. Pemeriksaannya perlu dilakukan pada beberapa bagian secara lebih terstruktur.

Apa Itu Quality Control Tas?

Quality control tas adalah proses pemeriksaan produk setelah atau selama proses produksi untuk memastikan hasilnya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

QC bisa dilakukan pada berbagai tahap.

Misalnya pemeriksaan material sebelum cutting, pengecekan panel setelah sablon atau bordir, hingga pemeriksaan tas setelah semua komponen selesai dijahit.

Pada tahap akhir, tas biasanya diperiksa sebagai produk utuh.

Beberapa aspek yang diperhatikan antara lain:

  • Bentuk tas
  • Ukuran
  • Jahitan
  • Zipper
  • Strap
  • Buckle
  • Logo
  • Lining
  • Kompartemen
  • Kebersihan
  • Finishing

Dengan pengecekan tersebut, masalah dapat diketahui sebelum tas masuk ke tahap packing.

Kenapa Quality Control Tas Penting?

Dalam produksi beberapa puluh hingga ratusan unit, menjaga hasil setiap tas tetap konsisten tentu lebih menantang dibanding membuat satu produk saja.

Ada kemungkinan terjadi perbedaan kecil pada proses jahit, pemasangan aksesori, posisi logo, atau finishing.

QC membantu menemukan perbedaan tersebut.

Tujuannya bukan mencari kesalahan sekecil mungkin tanpa alasan, tetapi memastikan produk tetap layak digunakan dan sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati.

Quality control juga membantu mencegah masalah sederhana ikut terbawa sampai ke tangan pengguna.

Contohnya benang jahit yang belum dirapikan sebenarnya mudah diperbaiki di workshop, tetapi akan terlihat kurang rapi jika langsung dikemas.

1. Mengecek Bentuk dan Ukuran Tas

Pemeriksaan dapat dimulai dari bentuk keseluruhan.

Tas diletakkan dalam posisi normal lalu dilihat apakah bagian kanan dan kiri terlihat seimbang.

Pada backpack, pemeriksa biasanya dapat melihat:

  • Apakah badan tas berdiri dengan proporsional?
  • Apakah kantong depan berada di posisi yang tepat?
  • Apakah panel kanan dan kiri simetris?
  • Apakah handle berada di tengah?

Ukuran juga perlu dibandingkan dengan spesifikasi produksi.

Perbedaan yang sangat kecil mungkin masih wajar tergantung karakter material dan proses jahit. Namun penyimpangan yang terlalu jauh dapat memengaruhi fungsi.

Contohnya kompartemen laptop yang terlalu kecil tentu menjadi masalah jika perangkat yang seharusnya masuk ternyata tidak muat.

2. Memeriksa Kerapian Jahitan

Jahitan menjadi salah satu bagian utama dalam quality control tas.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada bagian yang terlihat dari depan.

Area yang menerima tekanan juga perlu diperhatikan, misalnya:

  • Sambungan strap
  • Handle
  • Bagian bawah tas
  • Pertemuan antar-panel
  • Area sekitar zipper
  • Sambungan webbing

Jahitan sebaiknya terlihat cukup konsisten dan tidak mudah terlepas.

Benang yang tersisa setelah proses jahit juga perlu dirapikan agar finishing terlihat lebih bersih.

Pada bagian dalam tas, pemeriksaan dapat dilakukan untuk memastikan tidak ada jahitan yang mengganggu fungsi kompartemen.

3. Mencoba Semua Zipper

Melihat zipper saja belum cukup.

Slider sebaiknya benar-benar digerakkan dari ujung ke ujung.

Tujuannya untuk mengetahui apakah zipper berjalan dengan lancar atau terasa tersangkut pada bagian tertentu.

Selain itu, periksa juga:

  • Posisi zipper
  • Arah bukaan
  • Zipper puller
  • Ujung zipper
  • Jahitan di sekitar zipper

Pada tas dengan beberapa kompartemen, semua zipper perlu dicoba.

Zipper kantong kecil sering kali terlewat karena perhatian lebih banyak diberikan pada kompartemen utama.

4. Mengecek Strap, Webbing, dan Buckle

Pada slingbag, waistbag, maupun backpack, strap merupakan bagian yang cukup sering menerima beban.

Karena itu, pemeriksaan pada sambungan tali penting dilakukan.

Perhatikan apakah webbing terpasang dengan rapi serta dapat diatur dengan mudah.

Jika menggunakan buckle, coba buka dan pasangkan kembali beberapa kali.

Buckle yang terlalu sulit dikunci atau mudah terlepas tentu dapat mengurangi kenyamanan pengguna.

Pada backpack, panjang shoulder strap kanan dan kiri juga perlu diperiksa agar tidak terlihat berbeda secara berlebihan.

5. Memeriksa Logo dan Branding

Jika tas menggunakan sablon, bordir, patch, atau label, bagian branding ikut masuk dalam pemeriksaan.

Posisinya perlu dibandingkan dengan desain atau sampel yang telah disetujui.

Beberapa hal yang dapat diperiksa antara lain:

  • Posisi logo
  • Ukuran logo
  • Warna
  • Kerapian bordir
  • Hasil sablon
  • Orientasi label

Logo yang miring beberapa derajat mungkin cukup mudah terlihat pada panel tas yang lurus.

Karena itu, pengecekan sebaiknya dilakukan sebelum produk dikemas.

6. Mengecek Bagian Dalam dan Lining

QC tidak berhenti pada tampilan luar.

Buka kompartemen utama dan periksa bagian dalamnya.

Lining sebaiknya terpasang dengan rapi dan tidak mengganggu bukaan zipper.

Periksa pula kantong internal, sekat, padding, atau sleeve laptop jika tersedia.

Jika terdapat sisa benang, potongan bahan, atau debu produksi, bagian dalam perlu dibersihkan sebelum packing.

Pada tas laptop, padding juga perlu diperiksa apakah sudah berada pada posisi yang seharusnya.

7. Membersihkan dan Merapikan Finishing

Setelah seluruh fungsi diperiksa, produk masuk ke tahap finishing akhir.

Tas dapat dirapikan dari:

  • Sisa benang
  • Debu
  • Kapur produksi
  • Potongan material kecil
  • Lipatan yang tidak perlu

Bentuk tas juga dapat ditata kembali agar terlihat lebih rapi saat dikemas.

Tahap sederhana seperti membersihkan permukaan sangat berpengaruh pada kesan pertama ketika tas dibuka oleh pengguna.

Apa yang Dilakukan Jika Ditemukan Masalah?

Tidak semua masalah berarti tas harus langsung dibuang atau dibuat ulang.

Tindakan tergantung jenis masalahnya.

Benang yang belum dipotong dapat dirapikan. Zipper puller yang kurang tepat mungkin masih dapat diganti. Beberapa bagian jahitan juga dapat diperbaiki jika konstruksinya memungkinkan.

Namun jika masalah menyangkut ukuran, pola, atau kesalahan konstruksi yang cukup besar, penanganannya tentu berbeda.

Itulah alasan QC sebaiknya tidak hanya dilakukan pada tahap paling akhir.

Pemeriksaan selama proses produksi dapat membantu menemukan masalah lebih awal sebelum jumlah produk yang terdampak semakin banyak.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat QC Tas

Kesalahan pertama adalah hanya mengecek tampilan depan.

Tas merupakan produk tiga dimensi sehingga bagian samping, belakang, bawah, dan dalam juga perlu diperhatikan.

Kesalahan kedua adalah hanya melihat zipper tanpa mencobanya.

Komponen yang bergerak perlu diperiksa melalui fungsi sebenarnya.

Kesalahan berikutnya adalah tidak membandingkan produk dengan sampel atau spesifikasi yang sudah disetujui.

Tanpa acuan, standar pemeriksaan bisa menjadi terlalu subjektif.

Terakhir, jangan menganggap finishing sebagai hal kecil.

Tas yang secara konstruksi sudah baik tetap dapat terlihat kurang rapi jika masih terdapat benang panjang, debu, atau sisa proses produksi.

Kesimpulan

Quality control tas menjadi tahapan penting sebelum produk masuk ke proses packing.

Pemeriksaan dapat mencakup bentuk, ukuran, jahitan, zipper, strap, buckle, branding, lining, hingga kebersihan produk.

Tujuannya sederhana: memastikan tas yang sudah selesai dibuat tetap sesuai fungsi dan spesifikasi produksi.

QC yang baik juga tidak hanya dilakukan ketika seluruh tas selesai. Pemeriksaan sejak material, cutting, branding, hingga proses jahit dapat membantu menemukan masalah lebih awal.

Dengan begitu, proses produksi menjadi lebih terkontrol dan produk yang masuk ke tahap packing sudah melalui pengecekan yang lebih menyeluruh.