Seni Flat Lay Kekinian: Tips Foto “What’s in My Bag” agar Makin Estetik

Sobat PEGE, pernahkah kamu melihat konten “What’s in My Bag” yang membuat barang-barang sederhana terlihat sangat estetik?

Sebuah tas ransel diletakkan di atas meja putih. Di sekelilingnya terdapat laptop, kacamata, smartphone, notebook, botol minum, dan earphone yang tersusun rapi. Cahaya dari samping menciptakan bayangan lembut, sementara tekstur kain tas terlihat jelas dan realistis.

Sekilas, foto seperti itu terlihat mudah dibuat. Kamu hanya perlu mengeluarkan isi tas, meletakkannya di atas meja, lalu mengambil foto dari atas.

Namun, ketika dicoba sendiri, hasilnya sering berbeda.
Barang terlihat berantakan, bayangan terlalu keras, warna background tidak cocok, atau bentuk tas justru terlihat kurang menarik. Bukannya estetik, foto malah terlihat seperti isi tas yang baru saja ditumpahkan. Tenang, kamu tidak memerlukan studio mahal untuk membuatnya.

Dengan memahami tips foto flatlay estetik, kamu dapat menghasilkan konten menarik hanya menggunakan smartphone, cahaya dari jendela, background sederhana, dan barang-barang yang memang biasa kamu bawa.

Flat lay sendiri merupakan gaya pemotretan dari sudut pandang atas atau bird’s-eye view, dengan kamera diarahkan lurus ke bawah pada objek yang disusun di permukaan datar. Format ini banyak digunakan untuk menampilkan produk, makanan, aksesori, dan konten gaya hidup secara terorganisasi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara membuat foto “What’s in My Bag” menggunakan ransel PEGE sebagai objek utama. Mulai dari menentukan tema, memilih properti, menata komposisi, memanfaatkan cahaya jendela, hingga melakukan editing agar hasilnya tetap natural.

Mengapa Konten “What’s in My Bag” Terlihat Menarik?

Konten “What’s in My Bag” tidak hanya menunjukkan sebuah tas. Konten tersebut juga menceritakan gaya hidup orang yang menggunakannya.

Laptop dan notebook dapat menggambarkan seorang pekerja atau mahasiswa. Kamera compact memberikan kesan kreatif. Botol minum serta topi cocok untuk konsep traveling, sedangkan jam tangan dan kacamata dapat memperkuat kesan formal.

Karena itu, sebelum mengambil foto, jangan langsung mengeluarkan semua barang dari dalam tas. Tentukan terlebih dahulu cerita yang ingin ditampilkan.

Adobe menjelaskan bahwa flat lay yang kuat biasanya dibangun berdasarkan narasi. Setelah ceritanya ditentukan, fotografer dapat memilih material, tekstur, warna, dan elemen pendukung yang relevan. Beberapa tema yang dapat Sobat PEGE gunakan antara lain:

  • Perlengkapan kerja harian.
  • Isi tas mahasiswa.
  • Perlengkapan traveling singkat.
  • Barang bawaan untuk nongkrong.
  • Peralatan kreator konten.
  • Everyday carry pria.
  • Barang bawaan commuter.
  • Perlengkapan untuk bekerja dari kafe.

Tema tersebut akan membantu menentukan barang apa saja yang perlu masuk ke dalam frame.

1. Jadikan Tas PEGE sebagai Objek Utama

Dalam foto “What’s in My Bag”, tas harus tetap menjadi pusat perhatian. Jangan sampai laptop, smartphone, atau properti tambahan justru terlihat lebih dominan daripada tasnya. Tempatkan ransel PEGE terlebih dahulu, kemudian susun barang lain mengelilinginya.

Tas dapat diletakkan dengan beberapa posisi:

  • Berdiri tegak dengan bagian depan menghadap kamera.
  • Direbahkan secara horizontal.
  • Diletakkan sedikit diagonal agar komposisi terasa dinamis.
  • Dibuka sebagian untuk memperlihatkan kompartemen.
  • Diletakkan di salah satu sisi dengan barang tersusun keluar dari tas.

Untuk menonjolkan bentuk tas, jangan mengosongkannya sepenuhnya. Masukkan kain bersih, pakaian, atau kertas agar badan tas tetap berisi dan terlihat proporsional.

Rapikan pula shoulder strap agar tidak melilit atau menutupi bagian utama produk. Tali bisa digulung, disusun membentuk garis, atau dibiarkan masuk sedikit ke luar frame.

2. Pilih Background yang Bersih dan Tidak Mengganggu

Background memiliki pengaruh besar terhadap keseluruhan tampilan foto. Canon menyarankan penggunaan latar yang sederhana karena terlalu banyak properti dan background yang ramai dapat mengalihkan perhatian dari objek utama. Kamu tidak perlu membeli backdrop profesional. Manfaatkan permukaan yang tersedia di rumah, seperti:

Meja putih

Cocok untuk konsep clean, minimalis, dan modern. Background putih juga membantu tas berwarna hitam terlihat lebih menonjol.

Lantai atau meja kayu polos

Memberikan kesan hangat, natural, dan nyaman. Cocok untuk konsep traveling, mahasiswa, atau bekerja dari kafe.

Kain berwarna beige

Bisa digunakan untuk menghasilkan visual yang lebih lembut dan premium. Pastikan kain sudah disetrika agar lipatannya tidak mengganggu.

Karton abu-abu muda

Cocok untuk tas hitam dengan konsep maskulin dan modern. Pilih permukaan matte agar tidak memantulkan cahaya secara berlebihan.

Kertas atau foam board

Foam board putih bisa digunakan sebagai background sekaligus reflektor. Adobe juga menyarankan penggunaan meja kayu, lantai, kain, foam board, atau material rumah lainnya sebagai backdrop foto sederhana.

Hindari background yang memiliki banyak motif jika tasmu sudah mempunyai banyak detail. Tujuan utamanya adalah membuat produk tetap mudah dikenali dalam sekali lihat.

3. Pilih Barang yang Mendukung Cerita

Jangan menampilkan seluruh isi tas secara bersamaan. Terlalu banyak barang akan membuat foto terasa sesak dan membingungkan. Pilih sekitar lima sampai delapan objek yang paling relevan dengan tema.

Canon menekankan bahwa jumlah properti yang lebih sedikit sering menghasilkan flat lay yang lebih kuat. Setiap barang sebaiknya membantu menjelaskan fungsi produk atau gaya hidup target penggunanya. Untuk konsep isi tas ransel pria, kamu dapat menggunakan:

  • Laptop.
  • Smartphone.
  • Notebook.
  • Pulpen.
  • Kacamata.
  • Jam tangan.
  • Earphone.
  • Powerbank.
  • Botol minum.
  • Dompet.
  • Kunci.
  • Topi.

Pilih barang dengan warna yang saling melengkapi. Apabila tas berwarna hitam, gunakan properti berwarna hitam, putih, abu-abu, cokelat, atau navy agar hasilnya tetap harmonis.

Tambahkan satu warna aksen apabila ingin foto terlihat lebih hidup. Misalnya, notebook oranye, botol minum biru, atau pulpen merah.

4. Bersihkan Tas dan Seluruh Properti

Kamera dapat menangkap debu, sidik jari, benang, dan noda kecil yang tidak terlalu terlihat oleh mata. Sebelum pemotretan:

  1. Bersihkan permukaan tas menggunakan kain kering.
  2. Rapikan benang yang menonjol.
  3. Bersihkan layar smartphone dan laptop.
  4. Lap kacamata hingga bebas sidik jari.
  5. Pastikan botol minum tidak memiliki bercak air.
  6. Bersihkan background sebelum barang ditata.
  7. Rapikan kabel agar tidak kusut.

Fotografer flat lay yang diwawancarai Canon menekankan bahwa debu atau noda kecil dapat langsung menarik perhatian dan merusak hasil foto, meskipun komposisi serta pencahayaannya sudah bagus.

5. Susun Barang Berdasarkan Ukuran

Mulailah dari benda berukuran paling besar. Letakkan tas terlebih dahulu, kemudian laptop atau notebook. Setelah itu, isi ruang yang tersisa dengan smartphone, kacamata, jam tangan, dan barang kecil lainnya. Kamu dapat mencoba susunan berikut:

Komposisi simetris

Tas berada di tengah, sedangkan barang ditata seimbang pada sisi kanan dan kiri. Hasilnya terlihat bersih dan formal.

Komposisi diagonal

Tas diletakkan sedikit miring, lalu barang disusun mengikuti arah diagonalnya. Komposisi ini terlihat lebih dinamis dan cocok untuk Instagram.

Komposisi grid

Setiap barang ditempatkan dalam kotak imajiner. Berikan jarak yang relatif konsisten agar hasilnya terorganisasi.

Komposisi seperti barang keluar dari tas

Buka kompartemen utama, lalu susun barang seolah-olah baru dikeluarkan. Konsep ini cocok untuk menunjukkan kapasitas dan fungsi tas.

Gunakan fitur grid pada kamera smartphone untuk membantu menata objek berdasarkan rule of thirds. Adobe dan Canon menjelaskan bahwa grid 3 × 3 dapat membantu menempatkan objek penting pada area yang lebih menarik secara visual.

6. Sisakan Ruang Kosong

Foto estetik tidak berarti seluruh bagian frame harus diisi.
Ruang kosong atau negative space dapat membantu mata pembaca langsung tertuju pada tas. Ruang tersebut juga berguna apabila kamu ingin menambahkan tulisan seperti:

  • What’s in My Bag?
  • Daily Essentials
  • Workday Carry
  • Travel Essentials
  • Isi Tas Hari Ini
  • Everyday Carry

Canon menjelaskan bahwa negative space dapat membantu mengisolasi objek dan membuat perhatian lebih terarah kepada subjek utama. Namun, jangan menyisakan ruang kosong hanya pada satu sisi tanpa alasan. Periksa kembali apakah komposisinya masih terasa seimbang.

7. Manfaatkan Cahaya Alami dari Jendela

Cahaya jendela merupakan salah satu pilihan termudah untuk membuat flat lay terlihat lembut dan realistis. Letakkan meja atau background di dekat jendela. Posisikan objek sekitar 45 derajat terhadap arah datangnya cahaya agar muncul bayangan lembut di sisi yang berlawanan.

Canon merekomendasikan satu sumber cahaya dari samping untuk flat lay. Cahaya alami dari jendela yang datang pada sudut sekitar 45 derajat dapat memberikan hasil serupa dengan pencahayaan studio yang telah dilembutkan. Hari berawan juga dapat menghasilkan cahaya lebih halus karena awan berfungsi seperti diffuser alami.

Hindari sinar matahari siang yang langsung mengenai tas. Cahaya terlalu keras dapat menghasilkan:

  • Bayangan gelap dan tajam.
  • Bagian putih yang terlalu terang.
  • Tekstur kain terlihat kasar.
  • Warna tas tidak merata.
  • Pantulan kuat pada layar laptop dan kacamata.

Jika cahaya terlalu keras, tutupi jendela menggunakan tirai putih tipis.

8. Gunakan Reflektor Sederhana

Ketika cahaya datang dari satu sisi, sisi lain tas mungkin terlihat terlalu gelap. Untuk mengatasinya, letakkan foam board atau karton putih di sisi yang berlawanan dengan jendela. Permukaan putih tersebut akan memantulkan sebagian cahaya kembali ke objek.

Adobe merekomendasikan penggunaan poster board atau foam board putih sebagai reflektor sederhana. Reflektor dapat membantu mengurangi kontras dan melembutkan bayangan tanpa membutuhkan lampu tambahan.

Contoh susunannya:

  • Jendela berada di sisi kiri.
  • Tas dan properti berada di tengah.
  • Foam board putih ditempatkan di sisi kanan.
  • Kamera berada lurus di atas objek.

Geser reflektor mendekati atau menjauhi tas sampai bayangannya terlihat sesuai.

9. Gunakan Cahaya Samping untuk Menonjolkan Tekstur Tas

Tas PEGE menggunakan material dengan karakter permukaan yang berbeda-beda, seperti Bimo, Micro, D300, Ballon, dan material bertekstur lainnya.

Agar teksturnya terlihat, hindari pencahayaan yang sepenuhnya rata dari arah depan. Cahaya yang datang dari samping akan menciptakan gradasi terang dan gelap pada permukaan kain.

Hasilnya:

  • Anyaman material lebih terlihat.
  • Jahitan tampak lebih tegas.
  • Bentuk kompartemen lebih berdimensi.
  • Resleting terlihat tidak menyatu dengan tas.
  • Tas tidak tampak seperti gambar datar.

Jangan menaikkan fitur clarity atau sharpness terlalu tinggi saat editing. Tekstur yang berlebihan dapat membuat bahan terlihat kasar dan tidak sesuai dengan kondisi aslinya.

10. Pastikan Kamera Lurus dari Atas

Salah satu ciri utama foto flat lay adalah sudut pengambilan gambar yang benar-benar menghadap ke bawah.

Posisi kamera yang miring dapat membuat bentuk tas dan laptop terlihat mengalami distorsi. Bagian yang dekat dengan kamera akan terlihat lebih besar daripada bagian lainnya.

Canon menyarankan bagian belakang kamera dibuat sejajar dengan permukaan flat lay agar bentuk objek tidak terdistorsi. Tripod atau dudukan kamera juga membantu menjaga posisi tetap stabil selama properti ditata ulang. Kamu dapat menggunakan:

  • Tripod dengan lengan horizontal.
  • Phone holder di atas meja.
  • Dudukan smartphone.
  • Tumpukan benda yang aman dan stabil.

Jangan berdiri di atas kursi yang tidak kokoh sambil memegang smartphone menggunakan satu tangan. Keselamatan tetap lebih penting daripada mendapatkan sudut yang tinggi.

11. Hindari Lensa Terlalu Lebar

Lensa sudut sangat lebar dapat membuat benda di bagian tepi terlihat melengkung atau memanjang.

Gunakan kamera utama smartphone dan naikkan posisi kamera apabila seluruh susunan belum masuk ke dalam frame. Jangan langsung menggunakan mode ultra-wide hanya untuk menangkap area yang lebih luas.

Adobe mencatat bahwa lensa terlalu lebar dapat menimbulkan distorsi pada bagian tepi flat lay. Fitur grid juga membantu menjaga framing tetap rapi sejak awal.

Sisakan sedikit area di sekeliling objek agar kamu masih mempunyai ruang untuk melakukan crop saat editing.

12. Ambil Beberapa Variasi Foto

Jangan hanya membuat satu komposisi. Setelah mendapatkan foto utama, ubah beberapa elemen kecil:

  • Pindahkan tas dari tengah ke samping.
  • Buka kompartemen tas.
  • Tambahkan tangan yang sedang mengambil barang.
  • Buat foto close-up tekstur.
  • Ambil gambar detail resleting.
  • Susun barang secara lebih simetris.
  • Buat versi dengan ruang untuk tulisan.

Canon menyarankan penataan yang disesuaikan dengan tujuan penggunaan masing-masing platform, bukan hanya mengambil satu foto lalu memotongnya menjadi berbagai format.

Dengan beberapa variasi, satu sesi pemotretan bisa menghasilkan materi untuk feed, story, blog, katalog, dan carousel media sosial.

Inspirasi Flat Lay Menggunakan Tas PEGE

Berikut beberapa konsep yang dapat Sobat PEGE coba.

1. Konsep First Jobber dengan PG 45 Premium

Gunakan PG 45 Premium sebagai objek utama untuk menciptakan konsep pekerja kantoran yang clean dan profesional. Tambahkan:

  • Laptop.
  • Notebook hitam.
  • Pulpen metalik.
  • Smartphone.
  • Kartu akses.
  • Kacamata.
  • Tumbler berwarna netral.

Gunakan background meja putih atau abu-abu muda. Letakkan laptop dekat tas untuk menegaskan fungsi slot laptop, tetapi jangan sampai laptop menutupi produk. Komposisi ini cocok untuk konten bertema:

  • Isi tas pekerja kantoran.
  • First day at work.
  • Daily office essentials.
  • Perlengkapan first jobber.

2. Konsep Mahasiswa dengan PG TDS 0020

Untuk konsep mahasiswa atau kreator muda, gunakan PG TDS 0020 Rugged Backpack. Tambahkan:

  • Laptop.
  • Buku catatan.
  • Earphone.
  • Powerbank.
  • Botol minum.
  • Kacamata.
  • Kamera compact.

Gunakan meja kayu polos atau background abu-abu. Susun barang sedikit diagonal agar kesannya lebih santai dan tidak terlalu formal.

3. Konsep Traveling dengan PG 10004

PG 10004 dapat digunakan untuk membuat konten “What’s in My Travel Bag”. Tambahkan:

  • Pakaian yang sudah digulung.
  • Paspor dengan data pribadi ditutup.
  • Smartphone.
  • Powerbank.
  • Botol minum.
  • Kacamata hitam.
  • Raincover.
  • Pouch kabel.

Gunakan background beige atau kayu. Jangan menampilkan nomor paspor, tiket, alamat, barcode, dan informasi pribadi dalam foto yang akan diunggah ke media sosial.

Cara Editing agar Tetap Natural

Editing sebaiknya digunakan untuk menyempurnakan foto, bukan mengubah produk. Lakukan penyesuaian ringan pada:

Exposure

Naikkan sedikit jika gambar terlalu gelap. Pastikan bagian putih tidak kehilangan detail.

White balance

Sesuaikan agar background putih tidak terlihat terlalu kuning atau biru.

Contrast

Tambahkan secukupnya untuk mempertegas bentuk tas tanpa membuat area hitam kehilangan tekstur.

Shadow

Naikkan sedikit apabila sisi tas yang menjauhi jendela terlalu gelap.

Texture dan sharpness

Gunakan secara ringan agar tekstur bahan tetap terlihat realistis.

Crop dan straighten

Pastikan garis laptop, notebook, atau meja terlihat lurus. Hindari filter yang mengubah warna asli tas secara ekstrem. Foto produk yang menarik tetap harus memberikan gambaran yang jujur kepada calon pembeli.

Kesalahan yang Membuat Flat Lay Terlihat Kurang Estetik

Menggunakan terlalu banyak properti

Barang yang berlebihan membuat tas kehilangan fokus utama.

Background terlalu ramai

Motif yang kuat dapat bertabrakan dengan tekstur tas dan barang bawaan.

Cahaya terlalu keras

Sinar matahari langsung menciptakan bayangan kasar dan pantulan berlebihan.

Kamera tidak sejajar

Tas dapat terlihat miring atau berubah proporsi.

Barang tidak dibersihkan

Debu dan sidik jari sangat mudah terlihat pada foto dari jarak dekat.

Tidak memiliki tema warna

Properti dengan terlalu banyak warna membuat komposisi sulit terlihat menyatu.

Editing berlebihan

Ketajaman dan saturasi terlalu tinggi dapat membuat produk terlihat tidak realistis.

Checklist Sebelum Memotret

Sebelum menekan tombol kamera, periksa kembali:

  1. Tas sudah bersih dan bentuknya rapi.
  2. Cerita atau tema sudah ditentukan.
  3. Properti mendukung fungsi tas.
  4. Background tidak mengganggu.
  5. Warna setiap barang terlihat harmonis.
  6. Cahaya datang dari samping.
  7. Bayangan tidak terlalu keras.
  8. Kamera sejajar dengan permukaan.
  9. Informasi pribadi sudah disembunyikan.
  10. Tersedia ruang untuk crop atau tulisan.
  11. Seluruh produk terlihat fokus.
  12. Logo dan detail utama tidak tertutup.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa itu foto flat lay?

Flat lay adalah teknik fotografi dengan objek diletakkan di atas permukaan datar dan difoto dari sudut atas secara lurus.

Bagaimana membuat foto flatlay estetik dengan HP?

Gunakan kamera utama, aktifkan grid, pilih background sederhana, manfaatkan cahaya jendela, dan pastikan smartphone sejajar dengan permukaan objek.

Barang apa yang cocok untuk konten What’s in My Bag?

Gunakan barang yang benar-benar berhubungan dengan aktivitas, seperti laptop, notebook, smartphone, dompet, kacamata, powerbank, botol minum, dan earphone.

Apakah perlu menggunakan lampu studio?

Tidak selalu. Cahaya alami dari jendela dapat menghasilkan foto yang menarik selama cahayanya lembut dan dapat dikendalikan menggunakan tirai atau reflektor.

Background apa yang paling aman untuk tas hitam?

Background putih, abu-abu muda, beige, dan kayu polos dapat memberikan kontras yang baik tanpa mengalihkan perhatian dari tas.

Berapa banyak barang yang sebaiknya ditampilkan?

Tidak ada jumlah yang wajib, tetapi pilih hanya barang yang mendukung cerita. Untuk pemula, lima sampai delapan properti biasanya lebih mudah ditata daripada menampilkan seluruh isi tas.

Saatnya Membuat Konten Tasmu Naik Level

Sobat PEGE, membuat foto “What’s in My Bag” yang menarik tidak selalu membutuhkan kamera profesional, studio besar, atau perlengkapan mahal. Kamu bisa memulainya dengan ransel PEGE, meja sederhana, cahaya dari jendela, smartphone, dan beberapa barang yang memang digunakan sehari-hari.

Tentukan terlebih dahulu cerita yang ingin disampaikan. Setelah itu, pilih background bersih, batasi jumlah properti, susun barang berdasarkan ukuran, dan manfaatkan cahaya samping agar tekstur bahan tas terlihat lebih hidup.

Jangan lupa memastikan kamera lurus dari atas dan melakukan editing secukupnya agar bentuk serta warna produk tetap realistis.

Koleksi tas PEGE hadir dengan bentuk, tekstur, kompartemen, dan fungsi yang menarik untuk dieksplorasi melalui berbagai konsep visual. Kamu bisa membuat tema pekerja kantoran, mahasiswa, traveler, kreator konten, hingga everyday carry.

Sekarang, keluarkan isi tasmu, rapikan komposisinya, dan tunjukkan versi “What’s in My Bag” paling estetik bersama PEGE!

Kami melayani pembuatan tas custom untuk kantor, event, dan komunitas, Ingin tas custom dengan logo perusahaan? Solusi tas custom berkualitas untuk kebutuhan bisnis Anda – pesan hari ini.

Pabrik Konveksi Tas Custom biar kamu gak ketinggalan infromasi dari kami