Sebuah event bisa dipersiapkan selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Venue dicari. Rundown direvisi berkali-kali. Pembicara dikonfirmasi. Konsumsi dihitung. Dekorasi dipikirkan. Panitia sibuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Lalu hari yang ditunggu akhirnya datang.
Registrasi dibuka, peserta berdatangan, acara dimulai, foto bersama dilakukan, dan beberapa jam kemudian semuanya selesai.
Backdrop dibongkar. Kursi dirapikan. Grup panitia yang sebelumnya ramai perlahan mulai sepi.
Tapi ada satu benda yang sering justru baru memulai “perjalanannya” setelah acara berakhir:
tas peserta.
Hari ini dibawa pulang dari seminar.
Besok dipakai ke kantor.
Minggu depan dibawa ke coffee shop.
Bulan berikutnya mungkin ikut perjalanan singkat.
Tanpa disadari, sebuah tas yang awalnya dibuat untuk kebutuhan satu acara bisa terus digunakan jauh setelah spanduk acara itu sendiri sudah masuk gudang.
Dan justru di situlah menariknya.
Souvenir yang Tidak Berhenti Setelah Acara Selesai
Banyak benda dibagikan dalam sebuah event.
Notebook, pulpen, tumbler, gantungan kunci, stiker, sampai brosur.
Semuanya punya fungsi masing-masing.
Namun tidak semuanya mempunyai “kehidupan kedua” setelah peserta pulang.
Ada merchandise yang begitu sampai rumah langsung masuk laci. Ada yang disimpan karena sayang dibuang, tetapi akhirnya tidak pernah digunakan.
Tas berada dalam posisi yang agak berbeda.
Selama bentuknya nyaman, ukurannya pas, dan desainnya cukup enak dilihat, peserta punya alasan nyata untuk memakainya lagi.
Bahkan mungkin tidak lagi mengingat tas tersebut sebagai “tas seminar”.
Bagi mereka, itu hanya menjadi:
“Tas yang biasa aku pakai.”
Untuk sebuah merchandise, rasanya sulit meminta hasil yang lebih baik dari itu.
Masalahnya, Tas Event Kadang Terlalu Terlihat Seperti Tas Event
Kita mungkin pernah melihatnya.
Logo memenuhi hampir seluruh bagian depan.
Ada nama acara.
Tanggal kegiatan.
Tema panjang.
Nama sponsor berjajar.
Tulisan besar dari atas sampai bawah.
Secara informasi memang lengkap.
Tetapi ketika acaranya selesai, desain seperti itu terkadang membuat tas sulit masuk ke aktivitas sehari-hari.
Peserta mungkin senang menerimanya.
Tapi belum tentu ingin membawanya ke mana-mana.
Ini bukan berarti logo harus dihilangkan.
Identitas acara atau perusahaan tetap penting.
Hanya saja, ada perbedaan antara membuat identitas terlihat dan membuat seluruh permukaan tas berubah menjadi papan pengumuman.
Kadang logo kecil yang ditempatkan dengan tepat bisa terasa jauh lebih menarik daripada desain yang ingin mengatakan semuanya sekaligus.
Coba Bayangkan Tas Itu Tanpa Konteks Event
Ada cara sederhana untuk mengecek desain tas peserta.
Sebelum produksi, coba lihat desainnya lalu bayangkan:
kalau tas ini tidak dibagikan di sebuah event, apakah orang tetap mau memakainya?
Kalau jawabannya iya, berarti arahnya sudah cukup bagus.
Karena setelah acara selesai, itulah dunia tempat tas tersebut akan hidup.
Tas itu akan bertemu jeans, kemeja kantor, hoodie, sneakers, laptop, tumbler, transportasi umum, coffee shop, hingga perjalanan akhir pekan.
Desain yang terlalu terikat dengan satu acara mungkin hanya terasa cocok selama satu hari.
Sedangkan desain yang lebih fleksibel punya peluang menjadi bagian dari banyak aktivitas setelahnya.
Bentuk Tas Harus Mengikuti Siapa Pesertanya
Tas untuk seminar perusahaan tentu bisa berbeda dengan tas untuk kegiatan sekolah.
Tas untuk komunitas olahraga belum tentu cocok untuk peserta konferensi.
Begitu juga tas untuk perjalanan, gathering, pelatihan, atau acara kampus.
Karena itu, menentukan model tas sebaiknya tidak dimulai dengan pertanyaan:
“Yang paling murah yang mana?”
Pertanyaan yang lebih menarik justru:
“Peserta acara ini sebenarnya siapa?”
Kalau acaranya singkat dan peserta hanya perlu membawa notebook, dokumen, serta beberapa barang kecil, tote bag atau sling bag mungkin sudah cukup.
Kalau kegiatannya outdoor, kebutuhan material dan konstruksinya bisa berbeda lagi.
Model yang tepat membuat merchandise terasa seperti memang dibuat untuk peserta, bukan sekadar barang yang kebetulan diberi logo.
Welcome Kit Bisa Terasa Lebih Serius Gara-Gara Satu Tas
Bayangkan dua meja registrasi.
Meja pertama memberikan beberapa merchandise dalam kantong plastik.
Meja kedua menyerahkan semuanya dalam sebuah tas yang sudah ditata dengan rapi.
Notebook di dalam.
ID card.
Pulpen.
Jadwal acara.
Mungkin tumbler atau merchandise kecil lainnya.
Isi sebenarnya tidak jauh berbeda.
Tetapi pengalaman menerimanya bisa terasa berbeda.
Tas membuat seluruh perlengkapan tersebut terlihat seperti satu paket.
Lebih terorganisir.
Lebih mudah dibawa.
Dan secara visual juga terasa lebih matang.
Besok Paginya Adalah Tes yang Sebenarnya
Pada hari event, hampir semua peserta akan membawa tas yang diberikan.
Itu wajar.
Mereka baru menerimanya.
Tetapi ukuran keberhasilan yang lebih menarik justru terjadi setelahnya.
Apakah tas itu masih dipakai seminggu kemudian?
Apakah dibawa bekerja?
Dipakai kuliah?
Dibawa belanja?
Masuk ke coffee shop?
Ikut perjalanan?
Kalau iya, berarti tas berhasil keluar dari identitasnya sebagai merchandise dan berubah menjadi barang pribadi.
Di sinilah kualitas desain menjadi penting.
Karena orang tidak akan menggunakan sesuatu berulang kali hanya karena mendapatkannya gratis.
Mereka memakainya karena benda tersebut memang berguna atau mereka merasa cocok dengannya.
Bahan yang Terasa “Lumayan” Saat Dibagikan Bisa Jadi Masalah Nanti
Saat merchandise baru dibuka, hampir semuanya terlihat baik.
Tes sebenarnya datang setelah dipakai.
Jahitan mulai menerima beban.
Resleting dibuka berkali-kali.
Tali terus bergesekan dengan bahu.
Tas ditaruh di lantai.
Dibawa naik kendaraan.
Kadang terkena gerimis.
Kadang diisi sedikit lebih banyak daripada yang seharusnya.
Di situlah kualitas produksi berbicara.
Tas yang ingin digunakan lebih lama tentu perlu dipikirkan bukan hanya dari penampilannya, tetapi juga dari konstruksi.
Bahan, jahitan, resleting, tali, lapisan bagian dalam, sampai finishing.
Tidak semuanya harus dibuat berlebihan.
Yang penting spesifikasinya masuk akal untuk fungsi yang dituju.
Logo Tidak Harus Berteriak agar Terlihat
Logo bisa dibuat dengan banyak pendekatan.
Bordir kecil.
Sablon sederhana.
Rubber patch.
Label woven.
Emboss.
Atau teknik lain yang disesuaikan dengan bahan dan konsep tas.
Logo yang terlalu besar mungkin sangat terlihat saat acara.
Namun logo yang lebih proporsional terkadang justru membuat tas lebih mudah dipakai setelah acara.
Dan ketika tas lebih sering digunakan, identitas tersebut otomatis ikut lebih sering terlihat.
Ironisnya, branding yang sedikit lebih tenang bisa punya umur yang lebih panjang.
Jangan Lupakan Bagian Dalam
Saat merancang tas custom, perhatian biasanya langsung tertuju pada bagian luar.
Warna apa?
Logo di mana?
Ukuran berapa?
Modelnya bagaimana?
Padahal pengguna akan lebih sering berinteraksi dengan bagian dalam daripada yang kita kira.
Kompartemen utama cukup luas atau tidak?
Ada tempat untuk laptop?
Barang kecil gampang ditemukan?
Resleting mudah dibuka?
Apakah isi tas langsung menjadi satu tumpukan besar?
Detail semacam ini mungkin tidak terlalu terlihat di foto pertama.
Tapi justru menentukan apakah tas enak digunakan setiap hari.
Desain yang bagus bukan hanya menarik ketika dilihat.
Ia terasa masuk akal ketika digunakan.
Event Hanya Sehari, Tapi Barang yang Dipakai Bisa Terus Bercerita
Backdrop acara mungkin digunakan selama delapan jam.
Dekorasi mungkin dibongkar malam itu juga.
ID card masuk laci.
Rundown tidak lagi dibuka.
Tetapi tas bisa terus berpindah tempat.
Hari Senin ikut ke kantor.
Sabtu dibawa keluar.
Bulan depan ikut perjalanan.
Mungkin beberapa tahun kemudian masih tersimpan dan sesekali digunakan.
Tidak ada jaminan semua tas event akan bertahan selama itu.
Namun peluang tersebut jauh lebih besar ketika sejak awal tas dirancang sebagai barang yang memang layak dipakai, bukan hanya media untuk menaruh logo.
Karena itu, jangan hanya bertanya:
“Apa yang akan kita bagikan saat event?”
Coba lanjutkan dengan satu pertanyaan lagi:
“Setelah event selesai, apakah orang masih ingin membawanya?”
Kalau jawabannya iya, sebuah tas custom sudah melakukan pekerjaan yang jauh lebih panjang daripada durasi acaranya.
Event mungkin selesai dalam sehari.
Tasnya?
Bisa jadi besok pagi sudah ikut keluar rumah lagi.
Kami melayani pembuatan tas custom untuk kantor, event, dan komunitas, Ingin tas custom dengan logo perusahaan? Solusi tas custom berkualitas untuk kebutuhan bisnis Anda – pesan hari ini.


