Kalau bicara soal tas mendaki, kapasitas sering menjadi hal pertama yang diperhatikan.
“Berapa liter?”
“Bisa muat banyak nggak?”
“Cukup buat perlengkapan beberapa hari?”
Pertanyaan itu memang penting. Saat naik gunung, ada pakaian, makanan, air minum, jas hujan, perlengkapan tidur, obat pribadi, sampai berbagai benda kecil yang perlu ikut dibawa.
Tapi ada satu hal yang biasanya baru terasa setelah beberapa jam berjalan:
tas besar belum tentu tas yang enak dibawa.
Kapasitas 50 atau 60 liter mungkin terdengar menarik. Namun kalau posisi tas tidak pas di tubuh, tali bahu terasa tidak nyaman, atau barang penting justru sulit ditemukan, ukuran besar tidak banyak membantu.
Di jalur pendakian, tas bukan cuma tempat menyimpan barang.
Tas akan menempel di tubuh selama berjam-jam.
Dan di situlah kualitas sebuah tas mendaki mulai benar-benar terasa.
Besar Itu Penting, tapi Harus Sesuai Kebutuhan
Tidak semua perjalanan membutuhkan tas sebesar mungkin.
Pendakian singkat tentu punya kebutuhan berbeda dengan perjalanan beberapa hari. Semakin panjang perjalanan, semakin banyak pula perlengkapan yang mungkin perlu dibawa.
Namun tas terlalu besar juga sering memunculkan godaan klasik:
“Masih ada ruang, masukin aja.”
Satu kaos tambahan.
Snack tambahan.
Barang yang “siapa tahu dibutuhkan”.
Tahu-tahu tas penuh dan tanjakan pertama mulai membuat kita mempertanyakan semua keputusan tersebut.
Karena itu, kapasitas sebaiknya mengikuti durasi perjalanan dan perlengkapan yang memang diperlukan.
Ukuran yang Pas di Tubuh Lebih Penting daripada Kelihatannya
Tas yang bagus saat dipajang belum tentu terasa bagus ketika sudah penuh.
Ukuran backpack perlu disesuaikan dengan tubuh, khususnya panjang torso dan posisi hip belt. Sistem strap kemudian diatur agar beban berada pada posisi yang lebih stabil ketika digunakan. REI juga menempatkan ukuran torso dan hip sebagai faktor utama dalam fitting backpack.
Itulah mengapa mencoba tas dengan kondisi berisi jauh lebih masuk akal dibanding hanya melihatnya dalam keadaan kosong.
Karena yang nantinya membawa tas adalah tubuh kita.
Bukan angka kapasitas di labelnya.
Shoulder Strap dan Hip Belt Bukan Sekadar Hiasan
Dua bagian ini akan bekerja cukup keras ketika perjalanan semakin panjang.
Shoulder strap harus bisa disesuaikan agar tas tidak terlalu longgar ataupun menekan bahu berlebihan.
Hip belt juga penting untuk membantu menempatkan beban lebih dekat ke pinggul. REI merekomendasikan penyesuaian hip belt, shoulder strap, load lifter, dan sternum strap sebagai bagian utama dari fitting backpack.
Semakin stabil posisi tas, semakin nyaman pula ketika harus menghadapi tanjakan, turunan, atau jalur yang tidak rata.
Pada titik itu, warna tas biasanya bukan lagi masalah utama.
Yang penting tasnya tidak ikut bergoyang ke kanan dan kiri setiap melangkah.
Kompartemen Bisa Menyelamatkan Banyak Waktu
Bayangkan hujan mulai turun.
Jas hujan sebenarnya sudah dibawa.
Masalahnya, posisinya ada di bawah pakaian, makanan, pouch, dan beberapa barang lain.
Akhirnya seluruh isi tas harus dibongkar.
Di sinilah kompartemen terasa jauh lebih penting daripada sekadar membuat tas terlihat punya banyak kantong.
Pembagian ruang membantu memisahkan barang berdasarkan fungsi dan seberapa sering barang tersebut digunakan.
Botol minum bisa berada di kantong samping.
Snack atau smartphone bisa diletakkan di bagian yang cepat dijangkau.
Barang besar masuk ke ruang utama.
REI juga menyarankan perlengkapan yang sering atau mendesak digunakan ditempatkan di area yang mudah diakses ketika packing backpack.
Akses Cepat Kadang Lebih Berguna daripada Tambahan Ruang
Tas mendaki bukan hanya soal seberapa banyak yang bisa masuk.
Pertanyaan lain yang sama pentingnya adalah:
seberapa cepat barang bisa dikeluarkan ketika dibutuhkan?
Air minum, snack, smartphone, tisu, atau jas hujan termasuk barang yang sebaiknya tidak perlu dicari sampai ke dasar tas.
Beberapa backpack hiking modern bahkan menyediakan kantong samping, hip-belt pocket, tempat hydration reservoir, hingga penyimpanan raincover untuk membuat perlengkapan tertentu lebih mudah dijangkau.
Cuaca Berubah, Tas Harus Ikut Siap
Pendakian punya satu variabel yang sulit dikendalikan: cuaca.
Pagi bisa cerah.
Siang mulai mendung.
Beberapa saat kemudian hujan turun ketika tempat berteduh masih jauh.
Karena itu, perlindungan terhadap isi tas patut dipikirkan.
Raincover merupakan salah satu fitur yang umum ditemukan pada sejumlah backpack hiking dan dapat membantu memberi lapisan perlindungan tambahan ketika kondisi berubah.
Terutama jika membawa pakaian kering, elektronik, atau benda lain yang sensitif terhadap air.
Karena pemandangan dari puncak memang indah.
Power bank basah tidak terlalu.
Material Harus Siap Ketemu Jalur
Tas mendaki tidak menjalani kehidupan yang sama dengan tas yang hanya dibawa ke coffee shop.
Ia bisa diletakkan di tanah.
Terkena debu.
Bergesekan dengan batu dan ranting.
Terpapar matahari.
Terkena air.
Dan membawa beban cukup berat selama berjam-jam.
Karena itu, jangan hanya melihat apakah materialnya terasa tebal.
Perhatikan juga konstruksinya.
Sambungan shoulder strap, jahitan, zipper, handle, buckle, dan titik pemasangan tali semuanya menjadi bagian penting ketika tas digunakan secara serius.
Back Panel Jangan Sampai Dilupakan
Bagian depan tas memang paling sering dilihat.
Namun selama pendakian, justru bagian belakang yang terus menempel di tubuh.
Karena itu, desain back panel dapat berpengaruh pada pengalaman membawa tas.
Beberapa backpack hiking menggunakan suspended mesh atau sistem ventilasi untuk menciptakan aliran udara di antara punggung dan tas.
Fitur seperti ini terasa semakin relevan ketika perjalanan panjang dan tubuh sudah banyak bergerak.
Punggung kita sudah bekerja cukup keras.
Tidak perlu ditambah sensasi seperti sedang membawa sauna portabel.
Banyak Fitur Belum Tentu Lebih Baik
Tas mendaki sering mempunyai banyak strap, buckle, loop, kantong, serta berbagai detail teknis.
Terlihat keren?
Bisa jadi.
Tapi apakah semuanya akan digunakan?
Itu pertanyaan yang lebih penting.
Kalau menggunakan trekking pole, attachment khusus tentu berguna, Kalau menggunakan hydration bladder, ruang khusus reservoir terasa masuk akal,
Kalau sering membawa barang kecil, hip-belt pocket juga praktis.
Namun tas dengan fitur paling banyak tidak otomatis menjadi yang terbaik.
Yang lebih penting adalah fitur yang sesuai dengan perjalanan kita.
Cara Packing Ikut Menentukan
Tas sebagus apa pun tetap bisa terasa merepotkan kalau cara packing-nya berantakan.
Barang yang lebih berat perlu ditempatkan agar pusat beban tetap stabil, sementara kebutuhan yang sering digunakan sebaiknya berada di area yang mudah diakses. REI juga membagi area packing menjadi bottom, core, top, dan accessory pockets berdasarkan karakter perlengkapannya.
Jadi tas dan cara mengisinya sebenarnya bekerja sebagai satu sistem.
Kalau semuanya dimasukkan asal muat, kompartemen bagus pun kehilangan banyak manfaatnya.
Jangan Langsung Dibawa Pendakian Panjang
Setelah membeli tas baru, ada baiknya jangan langsung mengajaknya ke perjalanan terberat.
Isi terlebih dahulu.
Atur shoulder strap.
Sesuaikan hip belt.
Coba berjalan.
Cari tahu posisi kantong.
Tentukan di mana air minum akan disimpan.
Cari bagian mana yang paling mudah digunakan untuk mengambil smartphone atau snack.
Kalau ada yang terasa kurang pas, kita masih bisa mengaturnya sebelum berada jauh di jalur.
Desain Tetap Boleh Keren
Setelah semua pembahasan teknis tadi, bukan berarti penampilan tas tidak penting.
Sekarang banyak tas mendaki hadir dengan desain yang jauh lebih menarik.
Ada yang teknis & minimalis, Ada warna terang yang mudah terlihat,
Ada juga hitam, navy, olive, abu-abu, atau earth tone yang lebih tenang
Kalau dua tas punya kenyamanan dan fungsi yang sama baiknya, tentu tidak ada salahnya memilih yang menurut kita paling keren.
Bagaimanapun, tas itu kemungkinan besar akan muncul di hampir semua foto perjalanan.
Sedikit pertimbangan estetika masih diperbolehkan.
Kita mendaki gunung, bukan sedang mengikuti ujian yang melarang tampil bagus.
Jadi, Apa yang Membuat Tas Mendaki Layak Dibawa?
Jawabannya bukan cuma kapasitas.
Tas mendaki yang layak dipertimbangkan perlu menemukan keseimbangan antara ukuran, kenyamanan, penyimpanan, material, akses, dan fitur yang benar-benar dibutuhkan.
Kapasitas besar tentu berguna.
Tetapi setelah beberapa jam berada di jalur, angka liter mulai terasa kurang penting.
Yang jauh lebih terasa adalah apakah tas tersebut membantu perjalanan atau justru menjadi beban tambahan.
Karena pada akhirnya:
Tas mendaki yang bagus bukan sekadar mampu membawa banyak barang. Ia harus tetap terasa layak dibawa ketika perjalanan masih jauh dari selesai.
Kami melayani pembuatan tas custom untuk kantor, event, dan komunitas, Ingin tas custom dengan logo perusahaan? Solusi tas custom berkualitas untuk kebutuhan bisnis Anda – pesan hari ini.


